Dividen Interim Bank Mandiri (BMRI) Segera Masuk Cum Date, Cek Potensi Yieldnya

Ifonti.com  JAKARTA. Pembagian dividen PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan segera memasuki masa cum date. Cum date adalah tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham agar tetap berhak menerima dividen. 

Rencana pembagian dividen ini telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris Bank Mandiri pada 18 Desember 2025, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bisnis Multifinance Masih Konservatif, CNAF Targetkan Pembiayaan Rp 9,6 Triliun

BMRI memaparkan jika pihaknya akan membagi dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 100 per saham.

Dalam keterbukaan informasi pada 22 Desember 2025 dipaparkan jika batas waktu pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim pada penutupan 7 Januari 2026 hingga pukul 16.00 WIB. 

Pada Jumat (2/1/2026) harga saham BMRI ditutup turun 0,49% di level Rp 5.075 per saham. Jika menggunakan acuan harga saham ini maka dividen yield BMRI sebesar 1,97%

Sebelumnya dijelaskan oleh Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista total nilai dividen interim yang akan dibagikan diperkirakan mencapai Rp 9 triliun hingga Rp 9,33 triliun.

Besaran tersebut dihitung berdasarkan jumlah saham beredar pada recording date, dengan memperhitungkan realisasi pembelian kembali saham (buyback). “Perhitungan nilai dividen ini telah mempertimbangkan realisasi pembelian kembali saham perusahaan hingga recording date,” ujar Adhika, Senin (22/12/2025).

Adapun jadwal pembagian dividen interim Bank Mandiri adalah sebagai berikut:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 5 Januari 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 6 Januari 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 7 Januari 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 8 Januari 2026
  • Recording date (DPS): 7 Januari 2026 pukul 16.00 WIB
  • Pembayaran dividen: 14 Januari 2026

Pembagian dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan perseroan per 30 September 2025.

Biaya Operasional Meningkat, Perbankan Mulai Fokus Jaga Efisiensi dan Laba

Hingga periode tersebut, Bank Mandiri membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 37,73 triliun.

Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp 214,27 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp 313,84 triliun.