
Ifonti.com – JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp 1,15 triliun.
Masa penawaran umum obligasi ini berlangsung pada 9-10 Februari 2026, dengan tanggal penjatahan pada 11 Februari 2026.
Berdasarkan prospektus di laman keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi ini ditawarkan dalam dua seri dengan tenor dan tingkat kupon yang berbeda.
Harga Emas Turun 9%, Analis Yakin Aksi Bank Sentral Tetap Tahan Harga di Level Tingg
Pada Seri A, Energi Mega menawarkan obligasi senilai Rp 280,4 miliar dengan kupon tetap 7,5% per tahun dan tenor tiga tahun, yang akan jatuh tempo pada 13 Februari 2029.
Sementara itu, Seri B ditawarkan dengan nilai lebih besar, yakni Rp 869,8 miliar, dengan kupon tetap 8,6% per tahun dan tenor lima tahun, yang akan jatuh tempo pada 13 Februari 2031.
Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 13 Mei 2026.
Adapun pelunasan pokok obligasi dilakukan sekaligus (bullet payment) pada saat jatuh tempo masing-masing seri.
Selanjutnya, distribusi obligasi secara elektronik akan dilakukan pada 13 Februari 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 18 Februari 2026.
Ada, sekitar 73,69% dari dana yang diperoleh akan digunakan Perseroan untuk memberikan pinjaman kepada Imbang Tata Alam (ITA), yang merupakan anak perusahaan, yang selanjutnya akan digunakan untuk membayar seluruh pokok utang beserta bunga kepada Bank Mandiri.
Lalu sekitar 11,11% akan digunakan Energi Mega untuk memberikan pinjaman kepada Energi Maju Abadi (EMA) yang merupakan anak perusahaan yang akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang kepada Bank Mandiri.
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha.
Tawarkan Kupon 5,45% Hingga 5,8%, Ini Investor yang Cocok Beli ORI029
Dalam penerbitan obligasi ini, Perseroan menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai wali amanat. Sementara itu, PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.