Genjot pasar ekspor, Lovina Beach (STRK) produksi minuman baru

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) menyiapkan strategi ekspansi global untuk mendorong pertumbuhan pada 2026. Emiten yang bergerak di bidang minuman ini menargetkan peningkatan pendapatan dan laba bersih dibandingkan tahun 2025, dengan kontribusi utama diharapkan berasal dari pasar ekspor.

Pada tahap awal, STRK memproyeksikan sekitar 60% pendapatan berasal dari ekspor dan 40% dari pasar domestik. Komposisi ini berpotensi berubah jika kontrak dari pasar internasional mulai terealisasi.

Direktur Utama STRK, Bona Budhisurya mengatakan strategi ini ditempuh seiring dengan tantangan yang masih dihadapi pasar domestik, terutama terkait daya beli dan perlambatan konsumsi. Ia menilai pasar internasional menawarkan ruang pertumbuhan yang lebih besar, khususnya untuk produk minuman siap saji dan premium.

Rupiah Ditutup Melemah ke 16.798 Rp Per Dolar AS Hari Ini (8/1), Mayoritas Asia Turun

Ia menyampaikan target pertumbuhan tersebut merupakan proyeksi minimal yang ingin dicapai STRK.

“Fokus kami adalah memperluas kontribusi ekspor. Pasar internasional memberikan peluang yang lebih luas dibandingkan pasar lokal saat ini,” kata Bona dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Tiga produk yang diperkenalkan untuk mendukung strategi ini adalah COCO BALI di segmen ready to drink, serta CLARISSA dan LIBARRON di segmen minuman beralkohol premium. 

Ketiganya dikembangkan dengan mempertimbangkan preferensi pasar internasional, khususnya di Jepang dan China, serta tengah dijajaki untuk masuk ke Eropa dan Amerika Serikat. Menurut Bona, kondisi pasar domestik yang masih lemah menjadi salah satu pertimbangan utama perusahaan untuk mempercepat ekspansi ke luar negeri.

“Ketika pasar lokal melambat, perusahaan perlu mencari sumber pertumbuhan lain. Pasar ekspor menjadi salah satu opsi yang realistis, tambahnya.

Sebagai langkah awal, STRK telah menandatangani Letter of Intent dengan Naoyoshi Co., Ltd., perusahaan logistik dan distribusi di Jepang, untuk mendukung pemasaran Coco Bali RTD serta produk spirit lainnya. 

“Jepang meruapakan pasar yang potensial, terutama untuk kategori RTD yang pertumbuhannya relatif stabil di kawasan Asia Pasifik. Bahkan pangsa pasar yang kecil dapat berdampak signifikan terhadap kebutuhan produksi,” terangnya.

Saat ini, fasilitas produksi STRK di Singaraja memiliki kapasitas sekitar 3.000 botol per jam. Ke depan, kapasitas tersebut direncanakan meningkat secara bertahap hingga mencapai 20.000 botol per jam. Dalam jangka pendek, STRK memilih memaksimalkan pemanfaatan tenaga kerja lokal dibandingkan investasi besar pada otomatisasi.

“Pendekatan ini memungkinkan kami meningkatkan kapasitas sambil tetap melibatkan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Lovina Beach (STRK) Bidik Pasar Global Lewat Tiga Produk Minuman Asli Bali

Sebagai informasi, Coco Bali disiapkan sebagai produk utama di segmen ready to drink. Minuman ini menggunakan coconut kopyor dengan varian sparkling agave dan golden salak. Bahan baku utama diperoleh dari perkebunan agave di Nusa Penida, Bali.

Sementara itu, Clarissa dan Libarron ditujukan untuk pasar premium di wilayah seperti Amerika, Eropa, dan Meksiko, yang dikenal memiliki minat terhadap produk craft dengan karakter dan asal-usul yang jelas. 

Selain itu, STRK juga tengah mengembangkan produk spirit berbasis agave dari bahan baku Bali yang saat ini masih dalam tahap penjajakan pasar.