
Ifonti.com JAKARTA. Sepanjang tahun 2025, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan positif sebesar Rp 2 triliun Melampaui target di kisaran Rp 1,8 triliun–Rp 1,9 triliun.
Sejalan dengan raihan kinerja di sepanjang 2025, GOTO menargetkan bisa membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan di kisaran Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun pada 2026.
GOTO juga menetapkan target EBITDA yang disesuaikan untuk masing-masing unit bisnisnya, yakni On Demand Services (ODS) dan Financial Technology (Fintech).
EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha fintech diproyeksikan berada di kisaran Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun pada 2026. Sementara EBITDA yang disesuaikan untuk unit usaha ODS ditarget bisa mencapai Rp 1,7 triliun–Rp 1,8 triliun.
Layak Dicermati! Harga Melemah, Saham Blue Chip Bank Ini Akan Bagi Dividen 3x Di 2026
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta menilai target tersebut memang tergolong ambisius, tetapi masih berada dalam jalur yang realistis untuk dicapai oleh GoTo.
Menurutnya, momentum perbaikan kinerja operasional yang sudah terlihat dalam beberapa kuartal terakhir memberikan fondasi yang cukup kuat bagi GOTO untuk melanjutkan pertumbuhan.
Kafi bilang kekuatan utama GOTO terletak pada ekosistem digital yang besar dan saling terintegrasi antara layanan On-Demand Services (ODS) layanan keuangan digital melalui segmen Financial Technology(fintech).
“Segmen ODS terus menunjukkan perbaikan margin dan bisnis fintech juga berkembang pesat dengan tingkat monetisasi yang semakin baik dengan lending bisnis yang ekspansif tetapi kualitas aset masih terjaga baik,” katanya, Jumat (13/3).
Selain peningkatan profitabilitas, Kafi juga menyoroti posisi arus kas perusahaan yang semakin solid. Sepanjang 2025, GOTO berhasil mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan positif sekitar Rp 966 miliar.
Ini menunjukkan GOTO tidak hanya mampu meningkatkan laba operasional, tetapi juga menghasilkan arus kas yang cukup untuk mendukung kebutuhan operasional maupun ekspansi bisnis ke depan.
“Ini menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai keberlanjutan model bisnis perusahaan teknologi sekaligus menandakan bahwa GOTO mulai memasuki fase bisnis yang lebih matang,” jelas Kafi.
Berdasarkan konsensus analis Bloomberg, mayoritas masih mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham GOTO dengan rata-rata target harga sekitar Rp 95 per saham.
Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Bergejolak Imbas Perang AS–Iran.