
Grab dan Gojek akan menaikkan tarif taksi online imbas kenaikan harga BBM atau bahan bakar minyak. Kenaikkan di platform Gojek mulai 10 April, sedangkan Grab 7 April.
Berdasarkan laporan Channel News Asia, Gojek akan menerapkan kenaikan tarif sementara mulai 10 April hingga 31 Mei, sebagai langkah untuk membantu pengemudi di tengah kenaikan harga BBM.
Melalui email, Gojek menyampaikan kepada pelanggan bahwa biaya layanan naik 90 sen atau Rp 11.880 (kurs Rp 13.200 per dolar Singapura) untuk semua jarak perjalanan.
Kenaikan biaya itu tidak akan berlaku untuk layanan GoTaxi Gojek, yang akan terus menggunakan argo seperti biasa.
Gojek menyatakan 100% dari kenaikan biaya itu akan diberikan kepada pengemudi. Perusahaan juga akan memantau perkembangan ke depan dan menjaga agar layanan transportasi tetap andal dan terjangkau.
Pesaingnya yaitu Grab juga menaikkan biaya tambahan taksi online dari 50 sen menjadi 90 sen mulai 7 April hingga 31 Mei. Hal ini diumumkan kepada pengguna melalui email pada 31 Maret.
Grab menegaskan bahwa seluruh tambahan biaya tersebut diberikan sepenuhnya kepada pengemudi, tanpa potongan komisi dari perusahaan. Langkah ini dimaksudkan untuk membantu mitra pengemudi menghadapi kenaikan biaya operasional, khususnya bahan bakar.
Perusahaan lebih dulu menaikkan tarif layanan taksi GrabCab sejak 30 Maret hingga 31 Mei. Hal ini sebagai respons terhadap kenaikan harga BBM di negara itu.
Ditambahkan pula bahwa voucer bahan bakar telah dibagikan kepada seluruh pengemudi taksi GrabCab seminggu sebelumnya untuk memberikan bantuan langsung kepada mereka.
Per 20 Maret, harga bahan bakar oktan 95 ditetapkan sebesar S$ 3,47 per liter di SPBU Caltex, Shell, Esso, dan Sinopec, menurut data dari aplikasi Price Kaki yang dikembangkan oleh Asosiasi Konsumen Singapura. Ini belum termasuk diskon apa pun.
Pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai menyerang Iran, bensin dengan kualitas yang sama berharga S$ 2,88 per liter di sebagian besar SPBU.
Harga solar juga menunjukkan peningkatan yang drastis, dengan harga satu liter mencapai S$ 3,73 di Caltex, Shell, dan Esso pada 20 Maret. Angka ini lebih tinggi dari puncak harga S$ 3,19 per liter yang tercatat pada Maret 2022, ketika invasi Rusia ke Ukraina semakin intensif.
Kenaikan harga BBM sendiri dipicu oleh ketegangan geopolitik, termasuk gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen minyak dan gas dunia. Dampaknya terasa hingga Singapura, di mana harga bensin oktan 95 kini menembus kisaran 3,40 hingga 3,42 dolar Singapura per liter atau setara Rp 45.400 per liter. Harga ini melampaui level saat awal pecahnya perang Ukraina pada 2022.
Selain menaikkan biaya tambahan, Grab menggulirkan paket dukungan senilai 1,1 juta dolar Singapura untuk para pengemudi. Bantuan ini mencakup voucer bahan bakar, peningkatan bonus tunai bulanan, serta program cashback.
Kebijakan ini disusun bersama National Private Hire Vehicles Association (NPHVA), yang sejak 2022 memang telah mendorong adanya skema bantuan bagi pengemudi di tengah tekanan biaya hidup.
“Kami memahami setiap tambahan biaya berdampak pada pengguna, namun kondisi harga bahan bakar yang tinggi dan tidak stabil membuat penyesuaian ini tak terhindarkan,” ujar juru bicara Grab.