
Ifonti.com JAKARTA. Harga Bitcoin kembali menguat setelah sempat tertekan di awal pekan. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin naik 3,3% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 70.740 pada pukul 18.26 WIB.
Harga Bitcoin menanjak bersamaan dengan obligasi pemerintah dan kontrak berjangka saham. Kenaikan juga terjadi pada aset kripto lain seperti Ethereum dan Solana.
Ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menunda serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur Iran selama lima hari.
Harga Kripto Terus Fluktuatif, OKX Memperkenalkan Fitur Sosial Trading
Sebelumnya, Bitcoin sempat anjlok hingga menyentuh level terendah dua pekan di kisaran US$ 67.371. Tekanan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan antara Donald Trump dan Iran terkait ancaman serangan terhadap infrastruktur energi.
Meski demikian, volatilitas Bitcoin masih tinggi. Bitcoin telah menguat sekitar 4% sepanjang Maret. Kenaikan ini tergolong moderat, mengingat posisinya masih sekitar 45% di bawah rekor tertinggi US$ 126.251 yang dicapai pada Oktober, saat pasar kripto dilanda aksi jual tajam yang menekan harga.
Di kisaran US$ 68.000, Bitcoin bergerak di sekitar rata-rata pergerakan eksponensial 200 minggu (200-week EMA), yang menjadi salah satu garis tren psikologis penting bagi aset digital tersebut.
“Secara historis, level seperti ini merupakan area yang sangat menarik untuk akumulasi, terutama bagi pelaku pasar yang masih berpandangan bullish,” ujar Pratik Kala, Head of Research di Apollo Crypto, dilansir dari Bloomberg, Senin (23/3/2026).
Analis menilai pergerakan Bitcoin saat ini masih sangat dipengaruhi faktor eksternal, terutama geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah sebelumnya sempat memicu lonjakan harga minyak dan menekan aset berisiko secara global.
Kripto Melonjak Saat Konflik Geopolitik, Bitcoin Cetak Level Tertinggi Sebulan
Meski begitu, aktivitas perdagangan kripto masih cenderung lesu. Indeks sentimen pasar dari Coinglass masih berada di level “extreme fear”, dan telah bertahan di zona tersebut selama 25 dari 30 hari terakhir.
Arus dana bersih (net flow) untuk ETF Bitcoin spot yang terdaftar di Amerika Serikat juga berbalik negatif pada pertengahan pekan lalu, dengan dana keluar mencapai US$ 305,8 juta dalam tiga hari. Meski demikian, secara keseluruhan selama sepekan, dana tersebut masih mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$ 95 juta.
“Status Bitcoin sebagai aset ‘safe haven’ kembali diuji dalam kondisi seperti ini, karena belakangan pergerakan harganya justru searah dengan aset berisiko, bukan berlawanan,” ujar Haider Rafique, Global Managing Partner di bursa kripto OKX.