
Ifonti.com – JAKARTA. Harga emas Antam diperkirakan akan mengalami kenaikan pada momen Ramadan dan Idulfitri, seiring meningkatnya permintaan serta sentimen geopolitik global.
Pengamat komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut bahwa harga emas dunia sempat mengalami penurunan, namun berpotensi kembali naik dalam waktu dekat. Hal ini dipicu oleh meningkatnya potensi eskalasi antara Amerika Serikat (AS) – Israel dengan Iran.
“Ini berpotensi mendongkrak harga emas dan membuat masyarakat membeli logam emas,” ujar Ibrahim kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).
Ibrahim memperkirakan, permintaan emas akan meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia mencontohkan ramainya antrean pembelian emas di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa hari lalu.
Cermati Rekomendasi Teknikal Saham BULL, AUTO, TKIM untuk Perdagangan Jumat (20/2)
Menurutnya, strategi akumulasi saat harga emas terkoreksi bisa menjadi langkah tepat bagi investor maupun masyarakat umum. Selain itu, Ibrahim menekankan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang ideal untuk penyimpanan jangka panjang. Hal ini menjadi alasan sebagian masyarakat memindahkan asetnya dari kendaraan atau barang konsumtif ke logam mulia.
Tiffani Safinia, Research & Development ICDX menjelaskan sejumlah sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas ke depan. Ia menyebut bahwa pasar mulai mencermati dinamika kebijakan moneter AS setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya, yang dipersepsikan kurang dovish dan sempat memicu aksi ambil untung di pasar emas pada Januari.
“Fokus utama pekan ini tertuju pada risalah rapat FOMC Januari, data produksi industri, serta rilis indeks harga PCE dan estimasi awal PDB kuartal IV pada Jumat (20/2),” ujar Tiffani.
Tiffani menyampaikan bahwa pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama 2026 berpotensi terjadi pada Juni, dengan total setidaknya dua kali penurunan tahun ini.
Meski koreksi teknikal masih membayangi, sejumlah analis menilai fundamental jangka panjang emas tetap solid di tengah fragmentasi ekonomi global dan tren diversifikasi cadangan. Namun, tanpa katalis positif baru, pergerakan emas diperkirakan tetap terbatas dalam fase konsolidasi.
Dari sisi geopolitik, sentimen safe haven sedikit mereda setelah laporan menyebutkan kemajuan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa. “Kesepahaman prinsip dasar dinilai menurunkan eskalasi risiko, meskipun ketegangan kawasan belum sepenuhnya hilang di tengah pengerahan dua kapal induk AS dan latihan militer Iran di Selat Hormuz,” ujar Tiffani.
Ibrahim memproyeksikan harga emas Antam di bulan puasa dan lebaran berpotensi menembus Rp 3 juta per gram. “Bahkan bisa di Rp 3,2 juta atau Rp 3,3 juta,” kata Ibrahim.
Sementara Tiffani memproyeksikan resistance terdekat harga emas dunia terletak di level US$ 5.066 per troi ons. Jika tekanan jual meningkat, proyeksi support lebih dalam terlihat di US$ 4.589 dan resistance jangka menengah berada di area US$ 5.225 per troi ons.
Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam Kamis (19/2/2026) naik Rp 4.000 menjadi Rp 2.916.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam Rabu (18/2/2026) naik sebesar Rp 34.000 menjadi Rp 2.912.000 per gram, setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke Rp 2.878.000 per gram.
Mengutip Trading Economic Kamis (19/2/2026) pukul 18.35 WIB, harga emas dunia naik 0,17% secara harian ke US$ 4.985 per troi ons. Harga emas tercatat telah naik 15,50% secara year to date (ytd).
Analis: Momentum Ramadan Tak Banyak Pengaruhi Arah IHSG