
Ifonti.com NEW YORK. Harga emas melonjak ke rekor tertinggi di atas US$ 4.600 per ons pada Senin (12/1), sementara perak juga mencapai puncak baru, seiring investor memburu aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat.
Lonjakan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap penyelidikan pidana yang digulirkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.
Emas spot naik 1,7% menjadi US$ 4.584,91 per ons troi pada pukul 21.30 WIB, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.620. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 2,1% ke level US$ 4.596,70 per ons troi.
Wall Street Loyo, Trump Tekan ke Fed dan Pembatasan Bunga Kartu Kredit Guncang Pasar
“Kondisi ketidakpastian yang tinggi berdampak langsung pada pasar emas, dan hampir setiap minggu muncul sumber ketidakpastian baru,” ujar Michael Haigh, Kepala Riset Komoditas Global di Societe Generale.
Ia menambahkan, faktor-faktor yang menopang reli harga emas diperkirakan tidak akan berbalik dalam waktu dekat. Sepanjang tahun lalu, harga emas melonjak lebih dari 64%, menjadi kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Sementara itu, perak mencatatkan kenaikan tahunan terkuat sepanjang sejarah dengan lonjakan 146,8%.
Pemerintahan Trump dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap The Fed dengan ancaman dakwaan terhadap Jerome Powell terkait pernyataannya mengenai proyek renovasi gedung bank sentral. Powell menyebut tudingan tersebut sebagai dalih untuk mengambil alih kendali kebijakan pemangkasan suku bunga yang diinginkan Trump.
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei mendatang. Media Fox News melaporkan bahwa pemerintahan Trump berencana mewawancarai Rick Rieder dari BlackRock sebagai kandidat potensial pengganti Powell.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan 27–28 Januari, setelah memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun lalu. Namun demikian, pasar masih memperhitungkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini, yang turut meningkatkan minat terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Ketegangan geopolitik juga tetap tinggi, seiring Trump mempertimbangkan respons terhadap tindakan keras mematikan terhadap demonstrasi di Iran, setelah sebelumnya mencopot Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan melontarkan gagasan untuk mengakuisisi Greenland.
Harga perak spot turut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$85,69 per ons, sebelum menguat 5,1% ke level US$84 per ons.
Asing Net Buy Saat IHSG Terkoreksi,Cermati Saham yang Banyak Diborong, Senin (12/1)
“Emas dan perak biasanya bergerak seiring, namun ketika aliran dana masuk ke perak, pergerakannya bisa jauh lebih kencang karena pasar perak lebih kecil dan lebih sensitif terhadap arus keluar-masuk dana,” kata Ned Naylor-Leyland, Manajer Dana Emas dan Perak di Jupiter Asset Management.
Sementara itu, harga platinum spot naik 1,8% ke US$ 2.314,71 per ons dan palladium menguat 1,9% menjadi US$ 1.850,82 per ons.