
Ifonti.com JAKARTA. Pergerakan harga emas dunia pada pekan ini diperkirakan masih akan berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan tetap kuat, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global, memanasnya perang dagang, serta ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral global. Hal ini akan turut menyeret kenaikan harga emas logam mulia produksi Antam.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, secara teknikal harga emas dunia pekan lalu terakhir ditutup di level US$ 4.595 per ons troi.
Untuk pergerakannya pada pekan ini, support emas dunia diperkirakan berada di US$ 4.553 pada pekan ini, yang jika ditembus berpotensi menekan harga logam mulia ke Rp 2.638.000 per gram.
Rupiah Melemah ke Rp 16.921 per Dolar AS Senin (19/1) Siang, Simak Proyeksi Analis
Namun demikian, peluang penguatan masih terbuka lebar. Ibrahim menyebutkan resistance harga emas global berada di US$ 4.706 per ons troi.
“Ada kemungkinan besar harga logam mulia itu di Rp 2.820.000 per gram pekan ini,” ujar Ibrahim, Minggu (18/1/2026).
Dari sisi fundamental, Ibrahim menilai eskalasi perang dagang kembali menjadi katalis utama. Uni Eropa baru-baru ini menerapkan bea masuk antidumping terhadap produk alumina asal China hingga lebih dari 100%, yang berpotensi dibalas oleh Beijing.
Selain itu, Amerika Serikat juga berencana mengenakan tarif impor 20% terhadap Eropa.
Ketegangan geopolitik turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Konflik Rusia-Ukraina yang kembali meningkat, situasi Greenland yang melibatkan negara-negara NATO, serta memanasnya kondisi Timur Tengah membuat ketidakpastian global meningkat.
IHSG Naik 0,27% ke 9.099,69 Sesi I Senin (19/1): Saham ASII, BRPT, DSSA Top Gainers
“Situasi ini mendorong bank sentral global, termasuk dari China, India, Afrika Selatan, Amerika Latin hingga ASEAN, melakukan pembelian emas dalam jumlah besar,” kata Ibrahim.
Ia menambahkan, ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral global sebanyak satu hingga dua kali menjelang April juga menjadi faktor pendukung bagi penguatan harga emas ke depan.