Harga emas melonjak, simpan atau jual? Ini kata analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Belakangan ini harga emas dunia mengalami kenaikan yang signifikan. Mengutip Trading Economics pukul 14.40 WIB, harga emas spot naik 2,43% harian dan 9,50% dalam sebulan menjadi $5.406,94 per troy ons.

Di Indonesia, harga emas PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50.000 per gram, dari sebelumnya Rp 3.085.000 per gram menjadi Rp 3.135.000 per gram.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pagi ini terjadi gap up harga emas yang luar biasa. 

Ibrahim menilai kenaikan harga emas yang signifikan dipengaruhi oleh konflik geopolitik antara Israel dan Amerika Serikat, dan Iran serta permintaan yang tinggi dari konsumen. 

Harga Emas dan Perak Terkoreksi, Waktunya untuk Koleksi? Ini Saran Analis

“Kemungkinan harga logam mulia di kisaran Rp 3,2 jutaan jika tren ini berlanjut,” jelas Ibrahim Assuaibi kepada Kontan, Senin (2/3/2026). 

Ia juga memperkirakan harga emas mendekati US$ 6.000 per troy ons pada minggu depan sehingga harga emas akan mencapai Rp 3.3 juta hingga Rp 3.4 juta per gram. 

Di tengah kondisi harga emas yang tinggi, Ibrahim mengatakan strategi bagi investor atau holder emas saat ini tergantung pada kebutuhan masing-masing investor.  

Jika investor membutuhkan dana untuk pulang kampung atau lebaran maka menjadi kesempatan untuk menjual. 

Harga Emas Rekor Lagi! Tembus ke US$ 5.100 di Tengah Hari Ini (26/1)

Namun, apabila investor masih memiliki tabungan dan uang yang cukup, maka lebih baik disimpan terlebih dahulu karena masih akan mengalami kenaikan. 

“Emas masih akan mengalami kenaikan hingga tahun 2028,” imbuhnya.