Harga Komoditas Dunia Melonjak Dorong IHSG Tembus Cetak Rekor Tertinggi Baru

Ifonti.com JAKARTA. Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa didorong oleh penguatan harga komoditas dunia. Pada Rabu (14/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,72% ke level 8.948,30. 

Investment Specialist Kiwoom Sekuritas Indonesia Asep Bagus menjelaskan secara teknikal, IHSG bergerak dalam struktur uptrend yang terjaga. Ini ditandai oleh rangkaian higher high dan higher low pada timeframe harian.  

“Kami berpandangan bahwa IHSG akan bergerak mixed pada area level support 8.980 dan level resistence 9.090 pada perdagangan 15 Januari 2026,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (14/1/2026). 

Sentimen Daya Beli Bayangi Kinerja MAPI dan MAPA, Intip Rekomendasi Sahamnya

Dia menyoroti adanya transaksi jumbo oleh investor asing. Di mana, pada Rabu (14/1/2026), investor asing tercatat melakukan transaksi jual sebesar Rp 7,98 triliun dan transaksi beli Rp 9,14 triliun. 

Dus, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 1,16 triliun pada perdagangan Rabu (14/1). Jika diakumulasi sejak awal 2026, net buy investor asing sudah mencapai Rp 6,54 triliun. 

Asep mencermati berdasarkan sektornya, saham-saham di sektor komoditas menjadi incaran investor asing. Ini tercermin dari kenaikan harga saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang menembus level resistance

Pada perdagangan Rabu (14/1/2026), ARCI ditutup dengan melesat 11,11% ke level Rp 1.950 per saham. Angka tersebut telah melewati batas resistance, yang dalam analisis Asep berada di level Rp 1.865.  

Lebih lanjut, Asep menilai pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh kenaikan harga energi dan mineral, seperti penguatan harga minyak mentah, lonjakan pada harga batubara dan harga emas yang terus mencetak all time high. 

“Sentimen juga datang dari, kekhawatiran investor atas berlanjutnya depresiasi rupiah yang sudah mendekati level Rp 16.870 per dolar Amerika Serikat. Ini menunjukkan instabilitas dalam negeri,” kata dia. 

Untuk perdagangan Kamis (15/1), Asep merekomendasikan trading buy PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan support di Rp 480 dan resistance di Rp 390. Dia merekomendasikan trading buy ARCI dengan support di Rp 2.160 dan resistance Rp 1.860. 

Prospek Saham EXCL Pasca Merger, Begini Rekomendasi Analis