
Ifonti.com – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI turun. Mengutip Bloomberg Jumat (13/3/2026) pukul 18.35 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 di New York Mercantile Exchange di level US$ 94,75 per barel, turun 1,02% dari sehari sebelumnya.
Research and Development ICDX, Girta Putra Yoga mengatakan, harga minyak bergerak turun dipicu oleh sentimen dari potensi tambahan pasokan minyak Rusia pasca dikeluarkannya izin sementara dari AS. Meski demikian, situasi di Timur Tengah yang terus memanas masih menjadi katalis yang mendukung harga.
Departemen Keuangan AS pada hari Kamis mengeluarkan izin sementara untuk mengizinkan pengiriman dan penjualan minyak mentah Rusia yang telah dimuat di kapal pada atau sebelum pukul 12:01 pagi ET tanggal 12 Maret, hingga pukul 12:01 pagi ET tanggal 11 April.
WIKA Beton (WTON) Targetkan Kontrak Baru Rp 5 Triliun, Optimalkan Pabrik Eksisting
“Pengecualian sementara tersebut menandai pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Rusia, yang memungkinkan tambahan pasokan Rusia di tengah mengetatnya pasokan global akibat perang Iran,” ujar Yoga kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam pernyataan publik pertamanya menyatakan akan tetap memblokir Selat Hormuz, dan menyerukan negara-negara Teluk untuk menutup pangkalan militer AS di wilayahnya.
Di hari yang sama, Iran juga melancarkan beberapa serangan termasuk tangki bahan bakar di Muharraq, bandara internasional Kuwait, pusat kota Dubai, dan ladang minyak Shaybah beserta distrik kedutaan Arab Saudi.
Masih dari Timur Tengah, pasukan Israel melancarkan serangan udara yang menghantam sebuah bangunan dua kali di pusat Beirut kurang dari satu kilometer dari markas pemerintah, tak lama setelah militer Israel mengatakan telah memulai gelombang serangan baru di ibu kota Lebanon.
Analis Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga minyak mentah WTI dalam jangka pendek berpotensi menuju US$ 100 per barel. Hal itu karena masih memanasnya situasi di Timur Tengah.
Sementara Yoga melihat harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 98 per barel dan harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 93 per barel.
Ekspansi Regional Dorong Prospek Saham Kalbe Farma (KLBF), Ini Rekomendasinya