KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan kinerja kurang menggembirakan. Pada Jumat (29/8/2025) pukul 09.07 WIB, IHSG tercatat anjlok signifikan, melemah 94,958 poin atau 1,19%, bergerak ke level 7.857,13.
Pelemahan tajam IHSG ini, menurut Ekonom PT Panin Sekuritas Tbk, Felix Darmawan, tidak terlepas dari memanasnya tensi politik dan gejolak sosial di dalam negeri. Kondisi ini terutama dipicu pasca aksi demo besar di Jakarta kemarin, Kamis (28/8/2025), yang sempat diwarnai kericuhan. “Investor jelas melihat faktor stabilitas sebagai risiko jangka pendek yang signifikan, sehingga mereka memilih untuk menahan diri dan wait and see,” jelas Felix kepada Kontan, Jumat (29/8/2025).
Secara teknikal, Felix Darmawan memproyeksikan level support IHSG hari ini berada di kisaran 7.800, sementara level resistance diprediksi di area 8.000–8.050. Dengan tensi politik yang masih tinggi dan belum mereda, ruang bagi IHSG untuk mencatatkan rebound di sesi perdagangan ini tampaknya masih sangat terbatas. Felix menambahkan, “Sepanjang perdagangan, IHSG berpotensi tetap volatil dan cenderung bertahan di zona merah, kecuali ada sentimen positif kuat yang mampu meredam kekhawatiran pasar secara drastis.”
IHSG Anjlok 1% ke 7.857,1 di Pagi Ini (29/8), SCMA, EXCL, ARTO Jadi Top Losers LQ45
Kekhawatiran pasar ini berakar dari serangkaian peristiwa yang terjadi sebelumnya. Sebagaimana diberitakan Kontan, ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja melancarkan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025). Aksi yang berpusat di ibu kota ini juga dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia, seperti disampaikan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Salah satu tuntutan utama buruh adalah menagih janji pemerintah untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja dan rakyat kecil.
Namun, unjuk rasa tersebut diwarnai insiden tragis. Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) mengutuk keras tindakan represif aparat Brimob yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi masyarakat di depan Gedung DPR pada Kamis (28/8/2025). Dalam peristiwa memilukan itu, seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan dilaporkan meninggal dunia, sementara satu pengemudi ojol lainnya mengalami luka-luka serius.
Kejadian nahas ini terekam jelas dalam video amatir warga dan sempat viral di media sosial, menunjukkan insiden mobil taktis (rantis) Brimob yang menabrak dan melindas pengemudi ojol. Menanggapi tragedi tersebut, Ketua SPAI Lily Pujiati dengan tegas menuntut Kapolri untuk segera menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat guna mencegah jatuhnya korban tambahan. Selain itu, SPAI juga mendesak Kapolri untuk bertanggung jawab penuh atas korban meninggal dunia dan luka-luka yang timbul akibat aksi tersebut. “Atas tragedi ini, kami menghimbau kawan-kawan ojol untuk bersatu dan merapatkan barisan, terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan diselesaikan secara adil,” tegas Lily dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/8/2025).
Masih Banyak Tantangan dan Efek Faktor Dalam Negeri, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini