
Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka jatuh lebih dari 2% pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3/2026), seiring bursa regional yang tertekan oleh tingginya harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG turun 2,62% atau 186,734 poin ke level 6.950,478, dengan 510 saham melemah, 85 saham menguat, dan 111 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun.
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.971 Per Dolar AS Hari Ini (16/3), Mayoritas Asia Naik
Seluruh 11 indeks sektoral memerah, membebani pergerakan IHSG pagi ini. Tiga sektor yang turun terdalam adalah: IDX-Basic: turun 3,02%, IDX-Infra: turun 2,84%, dan IDX-Trans: turun 2,66%.
Saham top losers LQ45 antara lain:
- PT Barito Renewables Energy (BREN) turun 7,14% ke Rp 5.850
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 7,02% ke Rp 62.225
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 6,64% ke Rp 5.275
Saham top gainer LQ45:
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,24% ke Rp 4.250
DSSA Chart by TradingView
Mulai Hari Ini, Astra International (ASII) Gelar Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun
Pasar Asia-Pasifik juga melemah, dipicu kekhawatiran investor terhadap harga minyak yang menembus US$100 per barel dan eskalasi konflik AS-Iran.
Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump mempertimbangkan serangan militer terhadap Kharg Island, pulau strategis yang dikenal sebagai “jalur hidup minyak” Iran.
Pada pukul 20:10 ET, harga minyak AS diperdagangkan datar di US$98,7 per barel, sementara Brent naik 0,48% menjadi US$103,7 per barel.
Presiden Trump pada Jumat lalu memerintahkan serangan terhadap aset militer Iran di Kharg Island, dan memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan ke fasilitas minyak di pulau tersebut. Ancaman ini diulang oleh Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, pada Minggu.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (16/3): Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2.992.000 Per Gram
Dampak geopolitik tercermin di bursa regional:
- Australia S&P/ASX 200: turun 0,44%
- Nikkei 225 Jepang: turun 1,07%, Topix melemah 0,98%
- Kospi Korea Selatan: stagnan, Kosdaq turun 1,72%
- Hang Seng Hong Kong: turun 0,3%, CSI 300 China melemah 0,31%
Bursa Asia Bervariasi Senin (16/3) Pagi, Waspadai Harga Minyak dan Ketegangan AS-Iran
Goldman Sachs memperkirakan lonjakan harga energi akibat perang di Iran dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi global sekitar 0,3% selama setahun ke depan, sekaligus mendorong inflasi headline naik 0,5%–0,6%.
Kenaikan harga gas alam diperkirakan menambah tekanan inflasi dan hambatan pertumbuhan, terutama di Eropa dan Asia, dengan risiko lebih besar jika Selat Hormuz sampai ditutup, tulis bank itu dalam catatan Minggu.