
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (11/2/2026). IHSG naik 159,23 poin atau 1,96% ke level 8.290,27.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan penguatan IHSG ditopang kombinasi sentimen global dan domestik.
“Sektor energi menjadi yang terkuat dengan kenaikan 5,95%, sementara sektor financials menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,49%,” ujar Nico kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Waspada Potensi Sanksi Uni Eropa, Begini Proyeksi Rupiah Besok (12/2)
Dari eksternal, mayoritas bursa Asia menguat setelah bank sentral China kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan permintaan domestik. Data resmi menunjukkan inflasi konsumen China melambat pada Januari dan deflasi harga produsen masih berlanjut, sehingga memperkuat ekspektasi adanya langkah stimulus lanjutan.
Namun demikian, penguatan pasar tetap dibatasi oleh kekhawatiran terkait kelebihan kapasitas industri dan lemahnya konsumsi yang menekan prospek pertumbuhan.
Dari dalam negeri, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan keyakinan bahwa pertumbuhan PDB Indonesia kuartal I akan melampaui 5,39% pada kuartal IV sebelumnya, didorong konsumsi selama perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan serta peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Sepanjang perdagangan, Indeks LQ45 turut menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan antara lain BRPT, MAPI, BUMI, INCO, dan SCMA. Sementara saham yang menekan indeks di antaranya INDF, UNVR, BMRI, ASII, dan PTBA.
Penerbitan Obligasi Korporasi 2026 Bisa Lampaui Rp 200 Triliun, Ini Faktornya
Secara teknikal, Nico melihat pergerakan IHSG berada dalam rentang 8.170 hingga 8.350.
Dengan posisi tersebut, ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (12/2/2026).