IHSG terkoreksi 0,68% ke 7.623,58, simak prospeknya hari ini

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 0,68% atau turun 52,36 poin ke level 7.623,58.

Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar, aksi ambil untung investor, serta tekanan dari sentimen global dan domestik.

IHSG sebelumnya sempat menguat dalam beberapa sesi perdagangan, namun gagal menembus area resistance penting jangka panjang.

Kegagalan Tembus MA200 dan Tekanan Jual Asing

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai pergerakan IHSG yang fluktuatif mengindikasikan kegagalan indeks menembus resistance MA200 di level 7.773.

IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah pada Kamis (16/4), Cermati Saham Rekomendasi Analis

Menurutnya, terdapat beberapa faktor utama yang menekan indeks:

  • Aksi profit taking setelah reli beberapa hari sebelumnya

  • Tekanan jual investor asing dengan capital outflow Rp 526 miliar

  • Sentimen geopolitik global terkait negosiasi Amerika Serikat–Iran

  • Pelemahan rupiah hingga sempat menyentuh Rp 17.164 per dolar AS

Kiwoom Sekuritas menilai kombinasi faktor tersebut membuat pasar cenderung bergerak terbatas atau sideways.

Sentimen Rupiah dan Data Global Tekan Pasar

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa pelemahan IHSG juga dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah serta aksi ambil untung setelah indeks menguat lima hari berturut-turut.

Sentimen global juga masih menjadi perhatian, terutama potensi ketegangan di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga energi dunia.

Proyeksi IHSG: Masih Berpotensi Melemah

Untuk perdagangan Kamis (16/4/2026), Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dengan kisaran support 7.520 dan resistance 7.773.

“Saat ini, IHSG masih akan menguji area resistance MA200 di level 7.773 yang menjadi batas penting dalam jangka panjang,” kata Audi kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).

Arah Rupiah Menanti Kebijakan Suku Bunga, Begini Proyeksinya untuk Kamis (16/4/2026)

Ia menambahkan bahwa arah pasar ke depan akan sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik, khususnya dinamika negosiasi AS–Iran. Jika tercapai kesepakatan atau gencatan senjata jangka panjang, pasar berpotensi merespons positif.

Selain itu, pergerakan harga komoditas energi juga diperkirakan memengaruhi saham-saham terkait sektor tersebut.

Proyeksi Teknikal dan Data Ekonomi Global

Sementara itu, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 7.593 dan resistance 7.659. Ia menilai pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi global, termasuk rilis data makro Amerika Serikat dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) China.

“Di sisi lain, aksi profit taking kemungkinan masih berlanjut serta investor mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran,” kata Herditya kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham pilihan yang dapat dicermati investor di tengah volatilitas pasar.

Rekomendasi Kiwoom Sekuritas

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, merekomendasikan:

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

    Rekomendasi: Speculative buy

    Support: Rp 3.230

    Resistance: Rp 3.620

  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

    Rekomendasi: Trading buy

    Support: Rp 720

    Resistance: Rp 820

Aksi Profit Taking dan Depresiasi Rupiah Bikin IHSG Melemah Hari Ini (15/4)

Rekomendasi MNC Sekuritas

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, merekomendasikan beberapa saham berikut:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

    Target harga: Rp 4.070–Rp 4.270

  • PT Harum Energy Tbk (HRUM)

    Target harga: Rp 1.115–Rp 1.150

  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

    Target harga: Rp 1.215–Rp 1.245