
Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada awal perdagangan Jumat (23/1/2026), meski mayoritas bursa saham Asia bergerak menguat.
Mengutip data RTI, hingga pukul 09.15 WIB IHSG melemah 0,79% atau 70,96 poin ke level 8.921,22.
Tekanan jual mendominasi pasar dengan 445 saham turun, 116 saham naik, dan 133 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 11,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,8 triliun.
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.853 Per Dolar AS Hari Ini (23/1), Asia Perkasa
Sebanyak 10 indeks sektoral menekan pergerakan IHSG. Tiga sektor dengan penurunan terdalam adalah IDX-Energy yang turun 1,41%, disusul IDX-Transportation melemah 1,30%, serta IDX-Cyclicals terkoreksi 1,20%.
Pada jajaran saham LQ45, beberapa saham mencatatkan penurunan terdalam, antara lain:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,27% ke Rp 2.660
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melemah 1,89% ke Rp 1.295
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 1,82% ke Rp 103.775
Rekor! Harga Emas Antam Hari Ini (23/1): Naik Rp 90.000 ke Rp 2,88 Juta Per Gram
Sementara itu, saham top gainers LQ45 meliputi:
- PT Andalan Adaro Indonesia Tbk (AADI) naik 1,57% ke Rp 8.100
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menguat 1,42% ke Rp 1.425
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 1,34% ke Rp 3.790
Gencar Ekspansi: Ini Peluang Saham Cuan Investor di Awal 2026!
BRPT Chart by TradingView
Di kawasan Asia, bursa saham mencatat penguatan terbatas seiring sikap hati-hati investor menjelang hasil rapat kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4%, sementara Nikkei 225 Jepang menguat tipis 0,2%. Kontrak berjangka S&P 500 e-mini bergerak fluktuatif dan terakhir naik 0,1%.
Di Wall Street, saham Amerika Serikat melanjutkan reli untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (22/1), setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancaman tarif terhadap produk Eropa serta menegaskan tidak akan mengambil alih Greenland dengan kekuatan militer.
Indeks S&P 500 naik 0,5%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,9%.
Simak Rekomendasi 6 Saham Pilihan dari BNI Sekuritas untuk Hari Ini (23/1)
“Pasar menyambut perubahan sikap tersebut dengan rebound pada aset berisiko dan pelandaian kurva imbal hasil obligasi pemerintah. Namun, ketidakpastian kebijakan masih tinggi dan berpotensi memicu dinamika lanjutan,” tulis analis Societe Generale dalam laporan riset.
Di pasar valuta asing, nilai tukar yen Jepang melemah 0,1% ke level 158,54 per dolar AS menjelang keputusan BOJ. Pelemahan ini terjadi setelah data pemerintah menunjukkan inflasi inti Jepang naik 2,4% secara tahunan pada Desember, sesuai dengan perkiraan analis.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama tercatat stabil di level 98,329, mendekati posisi terendah tahun ini, setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam enam pekan pada Kamis.