
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (12/3/2026). Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 7.389,40 pada Rabu (11/3/2026).
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pergerakan IHSG yang kembali terkoreksi dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global dan domestik.
Menurutnya, investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta menjelang libur panjang Lebaran yang akan dimulai pada pertengahan pekan depan.
Wall Street Bergejolak: S&P 500, Dow Ditutup Melemah Terseret Eskalasi Perang Iran
“Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS, Israel, dan Iran serta menjelang libur panjang Lebaran,” katanya kepada Kontan, Rabu (11/3/2026).
Di saat yang sama, nilai tukar rupiah juga melemah ke level Rp16.886 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini dipicu sentimen geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk potensi inflasi dan pelebaran defisit anggaran.
Secara teknikal, Alrich menilai indikator Stochastic RSI dan MACD masih menunjukkan kecenderungan melemah. IHSG bahkan sempat menguat hingga menyentuh level 7.527 sebelum akhirnya kembali terkoreksi.
“IHSG diperkirakan masih akan cenderung bergerak melemah untuk menguji level support di kisaran 7.300 hingga 7.350,” jelasnya.
Ia menambahkan level support IHSG berada di area 7.300, dengan pivot di 7.400 dan resistance di level 7.500.
Untuk perdagangan hari ini (12/3/2026), Alrich merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, yakni PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
UNVR Chart by TradingView
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini (12/3/2026).
“Kami perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support di 7.305 dan resistance di 7.448,” jelasnya.
Ia menambahkan pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi sentimen menjelang libur panjang serta rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya merekomendasikan investor mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada kisaran Rp5.000-Rp5.075, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) di rentang Rp535-Rp575, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pada area Rp1.830-Rp2.120.