Investor hati-hati, indeks Wall Street melemah jelang laporan data NFP AS

Ifonti.com  NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada Kamis (8/1/2026), karena investor menjadi lebih berhati-hati menjelang laporan penggajian non-pertanian atau non farm payroll (NFP) Amerika Serikat pada Jumat (9/1/2025).

Jumat (8/1/2026), Dow Jones Industrial Average turun 145,9 poin atau 0,30% pada pembukaan ke level 48.850,17. Indeks S&P 500 turun 6,8 poin, atau 0,10%, menjadi 6.914,11. Sementara Nasdaq Composite melemah 35,4 poin, atau 0,15%, menjadi 23.548,884.

Saham sektor pertahanan menarik perhatian investor menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa anggaran militer AS tahun 2027 seharusnya sebesar US$ 1,5 triliun, jauh lebih tinggi daripada US$ 901 miliar yang disetujui Kongres AS untuk tahun 2026.

Saham RTX naik 3,2%, Lockheed Martin melejit 6,7%, Northrop Grumman menguat 7,9%, dan Kratos Defense naik 11,6%.

Asing Net Buy Rp 950 Miliar, Cermati Saham yang Banyak Diborong, Kamis (8/1)

Investor mengabaikan janji Trump untuk memblokir kontraktor pertahanan agar tidak membayar dividen atau membeli kembali saham sampai mereka mempercepat produksi senjata.

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah pasukan militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa bahwa Trump juga sedang membahas opsi untuk mengakuisisi Greenland.

Dari data ekonomi, jumlah warga Amerika yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran meningkat moderat minggu lalu. Ini menunjukkan bahwa PHK relatif rendah pada akhir tahun 2025, meskipun permintaan tenaga kerja tetap lesu.

Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, juga merujuk pada laporan ADP hari Rabu, dan mengatakan, “Kedua data tersebut menunjukkan adanya penurunan dalam kondisi lapangan kerja, itulah yang menyebabkan pasar sedikit khawatir tentang data ketenagakerjaan hari Jumat,” ujarnya seperti dikutip Reuters.

Laporan terpisah pada hari Rabu menunjukkan gambaran yang lemah, dengan lowongan pekerjaan AS turun ke level terendah dalam 14 bulan, sementara perekrutan tetap lesu.

Fokus minggu ini akan tertuju pada laporan penggajian non-pertanian yang penting pada hari Jumat untuk bulan Desember, yang akan menjadi salah satu data yang dapat diandalkan pertama setelah penutupan terlama di AS dalam sejarah.

Rebalancing MSCI Februari 2026, Ini Saham yang Berpotensi Masuk