Kapitalisasi IHSG turun 7,89%, BEI catat obligasi baru senilai Rp 2,99 triliun

Ifonti.com  JAKARTA. Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2—6 Maret 2026 menunjukkan penurunan signifikan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan di zona negatif. Selama sepekan, IHSG terpangkas 7,89% menjadi 7.585,687 dari posisi 8.235,485 pada pekan sebelumnya.

Penurunan serupa juga tercatat pada kapitalisasi pasar BEI, yang melemah 7,85% menjadi Rp 13.627 triliun dari Rp 14.787 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI turun 7,33% menjadi 2,73 juta kali transaksi, sementara rata-rata nilai transaksi harian turun 16,64% menjadi Rp 24,97 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian juga menyusut 17% menjadi 42,34 miliar lembar saham dibandingkan 51,02 miliar lembar pada pekan sebelumnya.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 263 miliar pada pekan ini, sementara sepanjang tahun 2026 penjualan bersih investor asing telah mencapai Rp 7,29 triliun.

Laba Avia Avian (AVIA) Rp 1,75 T Lampaui Ekspektasi Analis, Ini Rekomendasi Analis

Meski pasar saham melemah, BEI tetap mencatat sejumlah obligasi baru pada pekan ini. Pada Rabu (4/3/2026), PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatat Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2026 senilai Rp1,5 triliun dengan peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

Hari yang sama, PT Provident Investasi Bersama Tbk mencatat Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2026 senilai Rp940 miliar dengan peringkat idA (Single A), dan PT Bank Rakyat Indonesia juga bertindak sebagai Wali Amanat. Sedangkan PT RMK Energy Tbk resmi mencatat Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp560 miliar, mendapat peringkat idA dari PEFINDO, dengan PT Bank KB Bukopin Tbk sebagai Wali Amanat.

Dengan tambahan ketiga obligasi ini, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2026 mencapai 36 emisi dari 26 emiten senilai Rp 40,51 triliun. Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 682 emisi dari 133 emiten dengan nilai nominal Rp 565,70 triliun dan US$ 134,01 juta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat 186 seri dengan nilai nominal Rp 6.683,44 triliun dan US$ 352,10 juta, sementara Emisi Beragun Aset (EBA) tercatat tujuh emisi senilai Rp 3,67 triliun.