
Ifonti.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (5/3/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,08% secara harian ke Rp 16.905 per dolar AS.
Sementara berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,14% secara harian ke Rp 16.886 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, sentimen di pasar masih cenderung berubah-ubah dengan ketidapastian yang masih besar akan membebani rupiah. Walau intervensi BI hanya menjaga volatilitas dan sulit untuk menguatkan rupiah.
Di Tengah Gejolak Global, Ini Prospek Reksadana Menurut Infovesta
Lukman menambahkan bahwa pergerakan rupiah besok (6/3/2026) masih dibayangi sentimen geopolitik Timur Tengah. Pasar juga menanti data cadangan devisa per Februari 2026 dan data ketenagakerjaan Non-Farm Payroll (NFP) AS.
“Dari data ekonomi, investor menantikan data cadangan devisa Indonesia dan data pekerjaan AS NFP malamnya. Sentimen utama masih pada perkembangan seputar perang AS – Iran,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (5/3).
Lukman memperkirakan rupiah pada Jumat (6/3/2026) bergerak di kisaran Rp 16.850 – Rp 16.950 per dolar AS.
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh perang di Timur Tengah. Disebutkan bahwa kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka dan menewaskan sedikitnya 80 orang. Pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki.
Pasukan Iran telah menyerang kapal tanker minyak di atau dekat Selat Hormuz. Ledakan dilaporkan terjadi di dekat sebuah kapal tanker di lepas pantai Kuwait. “Konflik memasuki hari keenam,” ujar Ibrahim, Kamis (5/3/2026).
Ibrahim menambahkan, sentimen geopolitik Timur Tengah masih membayangi pergerakan rupiah besok (6/3/2026). Selain itu, sentimen nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru serta prospek pertumbuhan ekonomi juga perlu dicermati.
Tertekan Tensi Geopolitik, Rupiah Melemah ke Rp 16.905 per Dolar AS pada Kamis (5/3)
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Jumat (6/3/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.900 – Rp 16.940 per dolar AS.