
Ifonti.com JAKARTA. Sukuk Ritel perdana 2026, SR024 yang dimulai pada Jumat (6/3/2026) hingga 15 April 2026 ini dinilai masih menarik bagi investor di tengah meningkatkan ketidakpastian akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.
Ada dua tenor yang ditawarkan, yaitu tenor tiga tahun dan lima tahun. Adapun SR024-T3 menawarkan imbal hasil sebesar 5,55%, sementara SR024-T5 menawarkan imbal hasil sebesar 5,90%.
SR024 memiliki minimum holding period selama satu kali pembayaran imbal hasil. Namun setelah minimum holding period ini berakhir, SR024 bisa diperdagangkan di pasar sekunder mulai 11 Mei 2026.
Pembayaran kupon perdana SR024 akan jatuh pada 10 Mei 2026 dengan skema short coupon. Kemudian kupon akan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 10, selama hari kerja atau hari operasional sistem pembayaran Bank Indonesia.
Harga Aluminium Global Naik, Indonesia Siap Raup Untung dari Bauksit
Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan estimasi kupon yang ditawarkan pemerintah masih sesuai dengan proyeksi dari Mandiri Sekuritas.
“Kalau lihat likuiditas perbankan yang masih ample, mendorong suku bunga deposito masih tetap rendah tentunya SR024 masih menarik untuk diinvestasikan,” katanya kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).
Apalagi, kata Handy, pada saat ketidakpastian tinggi dari peningkatan geopolitik perang Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran mendorong terjadinya risk off dan membuat investasi lainnya seperti saham terkoreksi cukup dalam.
Handy bilang di saat ketidakpastian tinggi, diversifikasi aset penting dan yang memberikan cash flow imbal hasil pasti dan pokok investasi yang dipastikan kembali jika hold to maturity akan sangat menarik seperti yang diberikan oleh SR.
“Ini bisa diberikan oleh investasi oleh sukuk ritel dan perlu diingat juga pajak SR ini juga relatif rendah yakni 10% dibandingkan 20% deposito dengan risiko kredit bisa dibilang 0%,” ucap Handy.