
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Performa kinerja laba dan pendapatan Emiten cat bangunan milik pengusaha Hermanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk (AVIA) diprediksi tumbuh pada tahun 2026.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai prospek AVIA tahun 2026 cenderung positif. Ia memproyeksikan laba bersih AVIA mencapai sekitar Rp 1,79 triliun dan pendapatan Rp 8,53 triliun untuk tahun ini.
“Perusahaan menargetkan pertumbuhan setidaknya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan berencana ekspansi produksi serta produk baru untuk memperkuat pangsa pasar,” kata Liza kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Saham-Saham Batubara Melesat Awal 2026, Bagaimana Prospeknya?
Adapun sentimen positif bagi AVIA berasal dari posisi pasar yang solid di industri cat, perluasan jaringan distribusi, peluncuran produk baru, serta peluang ekspor melalui jaringan seperti Dextone.
Sementara itu, faktor pemberat kinerja yang perlu dicermati antara lain ketatnya persaingan industri, volatilitas harga bahan baku, serta kondisi ekonomi yang berpotensi memengaruhi tingkat permintaan.
Dari sisi teknikal, Liza merekomendasikan speculative buy dengan strategi average up secara bertahap apabila harga saham mampu bertahan di atas level Rp 500. Target jangka pendek AVIA berada di kisaran Rp 530–Rp 550, dengan area support pada level Rp 494, Rp 488 dan Rp 476.
Kejar Pertumbuhan Kinerja
AVIA mengejar pertumbuhan kinerja fundamental baik dari segi laba bersih maupun penjualan di tahun 2026.
Head of Investor Relations AVIA Andreas Timothy menjelaskan perusahaan tetap berfokus pada implementasi strategi pertumbuhan berkelanjutan yang telah dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Strategi ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan usaha yang sehat, berkesinambungan, dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Sayangnya, AVIA belum menetapkan target kinerja fundamental secara spesifik, mengingat manajemen masih menunggu realisasi kinerja penuh tahun buku 2025 sebagai dasar evaluasi dan perencanaan lanjutan.
Yang jelas, lanjut Andreas, AVIA tetap memiliki komitmen kuat untuk mencatatkan pertumbuhan yang positif, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas, meskipun kondisi ekonomi di tahun 2026 diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan.
Andreas memaparkan sejumlah strategi bisnis yang akan dijalankan perusahaan pada 2026, di antaranya konsisten dalam penerapan strategi pertumbuhan berkelanjutan, optimalisasi kapasitas produksi seiring beroperasinya pabrik baru, penguatan jaringan distribusi serta peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta program pemasaran yang lebih terarah dengan fokus pada peningkatan penjualan produk utama bermerek Avian.
Selain itu, AVIA juga menargetkan peningkatan pangsa pasar dari merek-merek cat lain melalui kombinasi keunggulan produk dan layanan.
“Dengan fundamental bisnis yang solid, jaringan distribusi yang luas, serta fokus yang kuat pada kepuasan pelanggan dan efisiensi internal, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat posisi kompetitifnya di industri,” kata Andreas kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, Andreas bilang Avian Brands secara konsisten membangun ekosistem loyalitas yang kuat, tidak hanya kepada toko bahan bangunan sebagai pelanggan utama, tetapi juga kepada tukang cat sebagai end user. Program loyalitas ini dijalankan secara paralel dan saling melengkapi, dengan tujuan menciptakan hubungan jangka panjang, meningkatkan repeat order, serta memperkuat prefrensi jenama di tingkat pengguna akhir.
Pada segmen B2B proyek, AVIA juga terus mengembangkan bisnis dengan memperluas penetrasi ke sejumlah segmen baru yang sebelumnya belum digarap secara optimal. Segmen tersebut meliputi kontraktor sebagai mitra kerja, desainer interior dan konsultan arsitektur, perusahaan korporasi, serta sektor pertambangan, minyak, gas, dan perkebunan, khususnya untuk pengembangan kompleks perumahan atau asrama.
AVIA juga membidik rantai usaha makanan dan minuman, perbankan, sektor hotel, restoran, kafe, minimarket, serta proyek pemerintah dan sektor strategis lainnya.
“Pendekatan yang semakin terdiversifikasi ini memperkuat posisi Avian Brands sebagai market leader di industri cat dekoratif nasional secara keseluruhan,” tutup Andreas.
Rekomendasi Saham Surge (WIFI) yang Gandeng Pos Properti untuk Ekspansi Jaringan