Lo Kheng Hong belanja saham DILD lagi jelang Lebaran 2026

Ifonti.com – , JAKARTA – Lo Kheng Hong terpantau kembali memborong saham emiten properti PT Intiland Development Tbk. (DILD) menjelang Lebaran 2026.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Minggu (15/3/2026), aksi borong saham DILD teranyar terekam pada 10 Maret 2026.

Dalam sesi itu, Lo Kheng Hong membeli 1,10 juta lembar saham DILD. Alhasil, kepemilikan bertambah menjadi 702,43 juta lembar atau setara dengan 6,78%.

: Semarak Belanja Saham Lo Kheng Hong 2026, Berburu Sektor Properti hingga Perbankan

Sebagaimana diketahui, Lo Kheng Hong tengah gencar memperbesar kepemilikan saham DILD sejak awal 2026.

Sampai dengan Senin (9/3/2026), Lo Kheng Hong tercatat telah memborong sebanyak 6,26 juta (6.269.000) lembar saham DILD. Terbaru, pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia itu terpantau membeli sebanyak 2,2 juta lembar saham DILD lewat PT Sinarmas Sekuritas.

: : Intip Jumlah Saham CIMB Niaga (BNGA) Lo Kheng Hong 2026

Pada pekan lalu, Lo Kheng Hong juga tercatat memborong saham DILD. Setidaknya per 5 Maret 2026, Lo Kheng Hong yang masuk ke dalam daftar pemegang saham terbesar atau kepemilikan di atas 5% itu terpantau menambah sekitar 200.000 lembar saham DILD.

Kemudian, aksi akumulasi saham DILD oleh Lo Kheng Hong berlanjut pada Jumat (6/3/2026), dengan memborong sebanyak 2,9 juta lembar saham DILD lewat PT Sinarmas Sekuritas.

: : Lo Kheng Hong Masuk 10 Besar Daftar Pemegang Saham PGN (PGAS)

Untuk diketahui, nama Lo Kheng Hong mulai tercatat sebagai pemegang saham DILD di atas 5% sejak 10 Agustus 2022 lalu. Bisnis mencatat, Lo Kheng Hong membeli sebanyak 453,1 juta lembar saham DILD dengan harga rata-rata Rp147 atau setara sekitar Rp66,6 miliar.

Secara bertahap, Lo Kheng Hong terus menambah saham DILD. Mengutip YouTube Intiland Development (tayang 23/6/2023), Lo Kheng Hong menjelaskan alasannya membeli saham Intiland.

Dia mengaku pertama-tama mengecek profil jajaran direksi dan komisaris. Dari situ diketahui jajaran direksi dan komisaris Intiland profesional dan berintegritas.

Lo Kheng Hong juga menggali nilai proyek yang sedang digarap Intiland. Dari informasi direksi Intiland kala itu diketahui nilai proyek mencapai Rp20 triliun.

Market cap-nya berapa? Rp1,5 triliun, properti yang dimiliki Rp20 triliun. Anggap ada utang Rp3 triliun, masih ada Rp17 triliun sisanya dibagi jumlah saham 10 miliar, kan Rp1.700. Kan mercy harga bajaj ya!”

Atas pertimbangan itu, Lo Kheng Hong kemudian lebih mendalami laporan keuangan dan profil properti milik DILD sebelum memutuskan untuk membeli saham perseroan.

Intiland Development Tbk. – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.