Masuk IDX80, saham BREN, CUAN, dan HRTA, begini proyeksi analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah saham baru yang masuk ke indeks IDX80 periode Februari-April 2026 seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dinilai memiliki prospek jangka menengah yang menarik.

Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga saham-saham tersebut masih dibayangi tekanan arus dana asing.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai ketiga saham tersebut masih berada dalam fase wait and see seiring terjadinya aksi jual bersih investor asing.

Volatilitas IHSG Diproyeksi Masih Tinggi Pekan Depan, Begini Penjelasan Analis

“BREN, CUAN, dan HRTA rekomendasinya wait and see karena tengah mengalami net sell asing. Kalau asing sudah mulai akumulasi, baru sudah bisa ditentukan,” ujar Nafan kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).

Dari sisi peran terhadap indeks, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai masuknya saham berkapitalisasi besar seperti BREN dan CUAN berpotensi menopang kinerja IDX80, terutama karena keduanya juga merupakan konstituen indeks global seperti MSCI.

“Secara historis, saham yang masuk MSCI cenderung mendapatkan aliran dana pasif asing yang lebih stabil, sehingga volatilitasnya relatif lebih terjaga dibanding saham non-MSCI,” jelas Hari.

Sementara itu, HRTA dinilai memberikan sentimen tambahan dari sisi sektoral. Tren kenaikan harga emas global menjadi faktor pendukung kinerja saham emas, sehingga HRTA tetap menarik bagi investor tematik.

IHSG Rawan Terkoreksi, Gelombang Jual Asing Masih Menghantui Pelaku Pasar

Terkait potensi aliran dana pasca rebalancing, Hari menilai BREN dan CUAN berpeluang menerima dana pasif dan semi-pasif secara bertahap seiring penyesuaian bobot indeks. Adapun HRTA dinilai kompetitif karena didukung katalis sektoral dari harga emas.

Namun demikian, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengingatkan bahwa aliran dana institusi ke IDX80 tidak bersifat otomatis.

  BREN Chart by TradingView  

“Aliran dana institusi ke IDX80 bersifat selektif, bukan otomatis. BREN dan CUAN menarik dari sisi market cap dan tema, tetapi free float yang ketat dan volatilitas tinggi membatasi posisinya sebagai core holding,” ujar Liza.

Ia menambahkan, HRTA relatif lebih ramah bagi investor institusi karena likuiditas yang lebih rapi, transparansi bisnis, serta dukungan harga emas.

Intip Rekomendasi Saham Krakatau Steel (KRAS) yang Dapat Berkah dari Danantara

Meski begitu, manajer investasi lokal yang menjadikan IDX80 sebagai acuan tetap akan melakukan stock picking, bukan sekadar membeli saham berdasarkan indeks.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan saham-saham baru IDX80 ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika arus dana asing, likuiditas perdagangan, serta sentimen sektoral masing-masing emiten.