MSCI tetap masukkan perusahaan treasury kripto ke indeks, saham strategy menguat

Ifonti.com  Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan untuk tidak mengecualikan perusahaan treasury aset digital atau digital asset treasury companies (DATCOs) dari indeks globalnya.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi perusahaan-perusahaan yang menyimpan aset kripto dalam neraca keuangannya, termasuk Strategy milik Michael Saylor.

Menyusul pengumuman tersebut, saham Strategy menguat sekitar 5% dalam perdagangan setelah jam bursa, meskipun sebelumnya sempat turun 4,1% pada sesi reguler, menurut data Google Finance.

Anak Usaha Central Omega Resources (DKFT) Dapat Fasilitas Kredit Rp 245 Miliar

Melansir Cointelegraph pernyataan resminya pada Selasa (6/1/2026), MSCI mengatakan bahwa perusahaan treasury aset digital akan tetap diperlakukan seperti sebelumnya untuk saat ini.

Namun, MSCI akan melakukan konsultasi yang lebih luas untuk meninjau bagaimana perusahaan non-operasional, termasuk DATCOs, seharusnya dimasukkan ke dalam indeks.

“Peninjauan yang lebih luas ini bertujuan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan berkelanjutan dengan tujuan utama Indeks MSCI, yaitu mengukur kinerja perusahaan operasional dan mengecualikan entitas yang aktivitas utamanya bersifat investasi,” tulis MSCI.

MSCI mengklasifikasikan DATCOs sebagai perusahaan yang aset digitalnya mencakup 50% atau lebih dari total aset.

Keputusan untuk mempertahankan DATCOs di dalam indeks berarti perusahaan-perusahaan tersebut tetap memenuhi syarat untuk masuk dalam portofolio dana indeks pasif, sehingga menopang likuiditas, permintaan saham, serta memperluas kepemilikan institusional terhadap aset digital.

Sejumlah analis menilai, apabila MSCI memutuskan untuk mengecualikan DATCOs, Strategy dan perusahaan sejenis berpotensi kehilangan aliran dana pasif hingga miliaran dolar AS, yang selama ini menjadi salah satu penopang valuasi saham mereka.

Strategy saat ini merupakan perusahaan treasury kripto terbesar di dunia, dengan kepemilikan sekitar 673.783 Bitcoin di neraca keuangannya. Harga Bitcoin tercatat berada di kisaran US$92.784 pada saat laporan ini disusun.

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 35.000 Jadi Rp 2.584.000 per Gram, Rabu (7/1)

Tren pembentukan perusahaan treasury kripto meningkat pesat sepanjang 2024 hingga 2025, seiring minat institusi terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Namun, pada paruh kedua 2025, banyak saham perusahaan treasury kripto mengalami tekanan, seiring munculnya keraguan pasar terhadap keberlanjutan strategi akumulasi aset digital tersebut.

Saat ini, tercatat lebih dari 190 perusahaan terbuka di dunia yang menyimpan Bitcoin di neraca keuangan mereka.

Selain itu, puluhan perusahaan lain juga mulai membangun treasury berbasis Ether (ETH), Solana (SOL), serta berbagai altcoin lainnya dalam 12 bulan terakhir.