Nasib dolar AS terancam: Eropa siap jual aset, apa dampaknya?

Ifonti.com  JAKARTA. Indeks dolar bertahan di sekitar 98,3 pada hari Jumat (23/1), mengakhiri minggu yang bergejolak di titik terendah karena dinamika geopolitik yang berubah-ubah membuat investor gelisah. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (23/1), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump awalnya mengancam beberapa negara Eropa yang menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland dengan tarif baru, sebelum membalikkan arah setelah mengamankan kesepakatan kerangka kerja dengan NATO untuk kesepakatan potensial di masa depan. 

Meskipun detail kesepakatan tersebut masih belum jelas, pasar berspekulasi bahwa kesepakatan itu dapat melibatkan hak mineral dan pemasangan sistem rudal. 

Kekhawatiran juga meningkat bahwa Eropa mungkin akan memanfaatkan kepemilikan aset AS yang substansial, dengan dana pensiun Denmark mengumumkan akan keluar dari posisi obligasi pemerintahnya, menambah ketidakpastian pasar. 

Di bidang kebijakan, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga minggu depan. Penurunan dolar AS minggu ini paling terasa terhadap euro dan mata uang utama di belahan bumi selatan.