Obligasi negara dan RDPU dinilai masih prospektif pada 2026, ini pendorongnya

Ifonti.com JAKARTA. PT BNI Sekuritas memandang obligasi pemerintah dan reksadana pasar uang (RDPU) sebagai pilihan investasi yang menarik.

Di tengah fluktuasi pasar di awal 2026, investor cenderung mencari instrumen yang aman dan stabil. Pun kedua produk investasi tersebut menawarkan kombinasi imbal hasil atraktif sekaligus likuiditas tinggi.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe mengatakan bahwa BNI Sekuritas memandang prospek investasi di pasar obligasi Indonesia tetap positif. 

Untuk tahun 2026, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) diperkirakan dapat mencatatkan total return sekitar 7%-8%, seiring dengan potensi penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ke kisaran rata-rata 6,2% dan menuju 5,8% pada akhir tahun. 

IHSG Diprediksi Cenderung Menguat Selama Ramadan, Intip Rekomendasi Sahamnya

Proyeksi tersebut didorong oleh arah kebijakan suku bunga yang cenderung lebih akomodatif serta mempertimbangkan arah perkembangan kondisi makroekonomi global dan domestik.

Amir juga menilai bahwa untuk investor dengan horizon jangka pendek, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) tetap menjadi pilihan yang relevan. Dibandingkan tabungan atau deposito, RDPU menawarkan potensi imbal hasil yang relatif lebih kompetitif dengan risiko yang tetap terkelola.

“Obligasi dan RDPU dapat menjadi bagian penting dalam portofolio, khususnya bagi investor yang mengutamakan stabilitas nilai dan konsistensi hasil,” ujar Amir dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).

Bedah Anatomi Perdagangan BEI (9 Feb 2026): Dana Besar Masuk Saham Mid-Small Caps!

Melalui New BIONS by BNI Sekuritas, perusahaan berkomitmen menjadi mitra distribusi SBN dan RDPU dalam menyediakan alternatif investasi yang aman dan menarik bagi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Salah satu contohnya adalah ORI029, yang dapat menjadi pilihan strategis untuk diversifikasi portofolio, khususnya di tengah kondisi pasar yang dinamis dan volatilitas tinggi akibat berbagai faktor global dan domestik.