IHSG 2025: Analis Ungkap Peluang Tembus 9000, Ini Strateginya!

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor baru setelah ditutup menguat di level tertinggi di angka 8.602,13 pada Rabu (27/11/2025). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pencapaian tersebut sudah sesuai dengan proyeksi penguatan minimal yang mereka cantumkan dalam riset teknikal yang dirilis. Ia menjelaskan bahwa reli IHSG juga sempat menguji area Fibonacci cluster yang terbentuk, sehingga…

IHSG Sempat Catat Rekor Tertinggi Baru di 8.602: Peluang Tembus 9.000 di Akhir 2025?

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) setelah ditutup menguat 0,94% ke level 8.602,13 pada perdagangan Rabu (26/11/2025), yang juga merupakan level tertinggi intraday. Kenaikan tersebut sekaligus menandai tercapainya target teknikal Kiwoom Research yang sejak awal memproyeksikan IHSG bakal menembus area 8.600 berdasarkan pola bullish reversal Cup and Handle. Head of…

Saham Turun di MSCI Small Cap, Manajemen KLBF Fokus Tingkatkan Kinerja Fundamental

Ifonti.com JAKARTA. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tampak turun kasta ke Indeks MSCI Indonesia Small Cap edisi November 2025. Asal tahu saja, saham KLBF sempat rebound di masa awal pemberlakuan hasil kocok ulang MSCI edisi November 2025. Sebelumnya, KLBF ada di dalam indeks MSCI Indonesia Global Standard. Namun, pada rebalancing episode ini, KLBF turun kasta ke MSCI Indonesia Small Cap. Baca Juga: Saham Kalbe Farma (KLBF) Mulai Menarik Lagi…

Perusahaan Haji Robert Lanjut Lepas 2,23 Juta Saham Petrosea (PTRO)

PT Caraka Reksa Optima, perusahaan terafiliasi pengusaha Haji Robert, tercatat melepas 2,23 juta saham Petrosea (PTRO) pada 25 November 2025.

IHSG Turun 0,52% ke 8.557 di Sesi I Kamis (27/11): BUMI, BMRI, DSSA Jadi Top Losers

Ifonti.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah pada perdagangan sesi pertama Kamis (27/11/2025), saat bursa regional menghijau. Mengutip data RTI, IHSG terkoreksi 0,52% atau 44,712 poin ke level 8.557,418. Tercatat 349 saham turun, 289 saham naik, dan 169 saham stagnan. Total volume perdagangan 31 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 16,3 triliun. Baca Juga: Gozco Tambah Kepemilikan, Saham Bank Neo Commerce Melonjak…

Kinerja Bugar Siloam (SILO) Mampu Kerek Saham ke Rp2.850?

Kinerja SILO 2025 optimis, analis rekomendasikan beli saham dengan target harga Rp2.850, didukung strategi NGS dan pemulihan pendapatan.

Rupiah Menguat ke Rp 16.641 Per Dolar AS di Tangah Hari Ini (27/11)

Ifonti.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot tetap mampu mempertahankan penguatan hingga tengah hari ini. Kamis (27/11/2025), rupiah spot berada di level Rp 16.641 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,14% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.664 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 12.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan…

Siapa Pemilik Saham SSIA? Ini Sejarah hingga Daftar Pemegangnya

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menjadi perhatian publik setelah sahamnya mengalami lonjakan transaksi yang signifikan pada 2025. Fenomena ini memicu rasa ingin tahu banyak pihak mengenai siapa saja pemegang saham besarnya. Persaingan dua konglomerat besar Indonesia dalam memborong saham SSIA juga menambah dinamika menarik dalam struktur kepe…

Lihat Harga Emas Antam Terbaru,Kamis 27 November 2025: Buyback Naik Rp 9 Ribu per Gram

Ringkasan Berita: Satu gram emas Antam hari ini dijual dari di harga Rp 2.387.000. Emas batangan Antam ukuran 0,5 gram yang termurah, hari ini dijual di harga Rp 1.243.000. Harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini di angka Rp 2.248.000 per gram. Ifonti.com Berikut rincian harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam hari ini, Kamis (27/11/2025). Harga emas dan buyback emas Antam ini berdasarkan informasi…

Saham Kalbe Farma (KLBF) Mulai Menarik Lagi Setelah Keluar dari MSCI, Ini Kata Analis

Ifonti.com JAKARTA. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah aksi jual asing besar pasca penghapusan dari indeks MSCI. Meski sempat tertekan, KLBF justru tetap kuat, memunculkan sinyal minat beli domestik yang menguat. Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai tekanan jual asing yang terjadi bersifat teknis, bukan perubahan fundamental. “Aksi jual ini lebih flow-driven karena rebalancing. Dana…