Pantai Bali kotor, sampah turisme hingga kiriman dari Jawa Timur jadi penyebab?

Laporan dan keluhan soal kotornya pantai-pantai di Bali sudah sering terdengar. Terkini, Presiden Prabowo Subianto yang bicara tentang masalah ini. Pertanyaanya, apa penyebabnya?  

CEO The Ocean Cleanup Boyan Salt menyebut aktivitas turisme yang masif sebagai salah satu pemicu banyaknya sampah berserakan di pantai-pantai Pulau Dewata. Sampah tersebut bersumber dari sungai-sungai di Bali dan daerah sekitarnya, seperti Jawa Timur.

“Indonesia salah satu negara yang indah, itu kenapa banyak wisatawan datang ke sini. Tetapi sangat penting untuk menjaga keindahan alam dan kebersihannya,” kata Boyan, saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/2). 

Dia menekankan pentingnya mengatasi problem sampah agar wisatawan tidak beralih ke negara lain dan lingkungan tidak tercemar. Menurut dia, cara paling hemat dan cepat adalah mencegah sampah plastik masuk ke laut.

Saat ini, pemerintah Indonesia telah memiliki kesepakatan kerja sama dengan The Ocean Cleanup untuk membersihkan sungai-sungai di Jawa, Sulawesi, dan Bali. The Ocean Cleanup adalah organisasi nirlaba asal Belanda yang mengembangkan teknologi untuk membersihkan sungai dan laut dari sampah plastik.

“Jadi beberapa tahun mendatang kami akan sama-sama mengerahkan kapal pencegat sampah (interceptor) di sungai-sungai Bali dan sekitarnya,” ucap Boyan.

Saat berpidato di Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Presiden Prabowo Subianto sempat menyentil pemerintah daerah Bali karena membiarkan sampah berserakan di pantai-pantainya.  “Apa susahnya, entah hari Sabtu atau hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ayo kita bersihkan ramai-ramai,” kata Prabowo, Senin (2/2).

Tak lama berselang, personil TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, komunitas lingkungan, serta masyarakat dilaporkan membersihkan sampah di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. 

Mengutip Antara, aksi tersebut berhasil mengumpulkan sampah seberat 10 ton. Sebagian besar merupakan sampah organik. Sampah tersebut kemudian diangkut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.