Pendapatan naik, tapi laba bersih PGEO turun 14,2% di sepanjang 2025

Ifonti.com JAKARTA. Laba bersih PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tertekan sepanjang 2025. Padahal dari sisi top line, emiten pelat merah ini masih membukukan kenaikan pendapatan. 

Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar US$ 432,72 juta. Ini meningkat 6,29% secara tahunan dari US$ 407,12 juta. 

Rinciannya, penjualan uap dan listrik kepada pihak berelasi berkontribusi sebesar US$ 415,42 juta, yang tumbuh 6,37% yoy. PGEO juga meraih pendapatan dari production allowances dari pihak ketiga sebesar US$ 17,30 juta. 

Simak Rekomendasi Teknikal Saham BUKA, PTRO, PGEO untuk Jumat (27/2)

Secara operasional, laba usaha PGEO menyusut 3,05% secara tahunan menjadi US$ 233,06 juta. Tekanan datang dari melonjaknya beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya sebesar 19,76% yoy US$ 199,66 juta. 

Tak hanya itu, PGEO juga harus menanggung rugi dari selisih kurs sebesar US$ 7,63 juta di sepanjang 2025. Ini berbalik dari laba selisih kurs sebesar US% 15,98 juta di tahun sebelumnya. 

Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilih entitas induk PGEO mencapai US$ 137,69 juta di 2025. Laba PGEP melorot 14,2% secara tahunan dari US$ 160,94 juta di 2024. 

Di sisi lain, total aset PGEO per 31 Desember 2025 mencapai US$ 3,03 triliun atau meningkat dari posisi 31 Desember 2024 yang sebesar US$ 2,99 triliun. Ini naik sekitar 1,24% secara tahunan.