
Ifonti.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) sukses membalikkan rugi menjadi laba di tahun 2025. Emiten yang kerap disebut Latinusa ini sepanjang tahun lalu membukukan laba bersih sebesar US$ 973.386, berbalik dari tahun 2024 yang membukukan kerugian sebesar US$ 18.852.
Padahal pada periode tersebut, pendapatan tersebut menurun 10,21% secara tahunan menjadi US$ 139,83 juta, dari US$ 155,73 juta di 2024.
Pencapaian laba NIKL pada tahun 2025 menurut manajemen dalam laporan paparan publik disebabkan beberapa faktor utama, baik dari sisi operasional maupun non-operasional.
Astragraphia (ASGR) Putuskan Tebar Dividen Rp 211 per Saham, Cek Jadwalnya
Dari sisi non-operasional, terdapat penurunan signifikan pada rugi selisih kurs dibandingkan tahun sebelumnya, yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja laba. Rugi selisih kurs NIKL bahkan menurun 63,85% secara tahunan menjadi US$ 558.954.
Selain itu, penurunan tingkat persediaan turut berdampak pada menurunnya kebutuhan modal kerja, sehingga beban bunga juga dapat ditekan.
Pada tahun 2025, NIKL berhasil menekan beban penjualan dan distribusi sebesar 22,13% secara tahunan menjadi US$ 2,71 juta. Biaya keuangan juga turun 25,86% secara year on year (yoy) menjadi US$ 2,58 juta.
Namun demikian, perusahaan ini tidak hanya bergantung pada faktor non-operasional. Dari sisi operasional, NIKL secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif efisiensi, termasuk optimalisasi pengadaan bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif.
“Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga margin dan mendorong kinerja operasional tetap positif,” tulis manajemen dalam laporan.
Strategi pengadaan bahan baku yang lebih efisien tidak hanya berdampak pada peningkatan profitabilitas, tetapi juga memperkuat daya saing harga terhadap produk impor.
Dengan harga yang semakin kompetitif, pelanggan cenderung lebih memilih produk domestik, sehingga turut mendukung keberlanjutan kinerja Latinusa.
Tol Bitcoin Iran Picu Lonjakan Harga, Kripto Kian Jadi Instrumen Strategis Global