
Ifonti.com JAKARTA. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) mengumumkan bahwa pengendalinya yaitu PT Harita Jayaraya telah melakukan penjualan saham emiten produsen nikel tersebut.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Harita Jayaraya menjual 991.134.000 saham NCKL yang terbagi dalam beberapa transaksi dalam periode waktu tertentu.
Transaksi pertama terjadi pada 26 September 2025, di mana Harita Jayaraya menjual 13.134.000 saham NCKL dengan harga transaksi Rp 1.186 per saham atau senilai Rp 15.576.924.000.
Begini Rekomendasi Saham Trimegah Bangun Persada (NCKL) yang Dipengaruhi Harga Nikel
Transaksi kedua berlangsung pada 29 September 2025 yang mana Harita Jayaraya menjual 150.000 saham NCKL dengan harga transaksi Rp 1.180 per saham atau senilai Rp 177.000.000.
Harita Jayaraya melakukan transaksi ketiga penjualan saham NCKL pada 14 Oktober 2025 yakni sebanyak 9.600.000 saham dengan harga transaksi Rp 1.203 atau senilai Rp 11.548.800.000.
NCKL Chart by TradingView
Berikutnya, Harita Jayaraya menjual 3.500.000 saham NCKL dengan harga transaksi Rp 1.277 per saham atau senilai Rp 4.469.500.000 sebagai transaksi keempat pada 6 Januari 2026.
Dipengaruhi Harga Nikel, Simak Rekomendasi Saham Trimegah Bangun Persada (NCKL)
Pada 7 Januari 2026, transaksi kelima terjadi yang mana Harita Jayaraya menjual 2.250.000 saham NCKL dengan harga transaksi Rp 1.412 per saham atau senilai Rp 3.530.000.000.
Adapun pada 26 Februari 2026, Harita Jayaraya melaksanakan transaksi kelima dengan menjual 962.500.000 saham NCKL di harga Rp 1.400 per saham atau senilai Rp 1.347.500.000.000.
Alhasil, Harita Jayaraya telah mengantongi keuntungan dari hasil penjualan saham NCKL sebanyak Rp 1.382.802.224.000.
“Tujuan transaksi ini untuk investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulis Harita Jayaraya dalam keterbukaan informasi, Senin (2/3).
Anak Usaha Trimegah Bangun Persada (NCKL) Terlibat Jual-Beli Biji Nikel Saprolit
Dengan adanya transaksi ini, jumlah saham NCKL yang dimiliki Harita Jayaraya berkurang dari 51.335.566.000 saham (81,36%) menjadi 50.344.432.000 saham (79,79%).