Penuhi Kebuhan Ramadan dan Idulfitri, BI Malang Siapkan Uang Kartal Rp3,913 Triliun

Ifonti.com , MALANG — Bank Indonesia (BI) Malang menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,913 triliun, naik 6% dari realisasi 2025 sebesar Rp3,675 Triliun, yang disalurkan melalui BI dan perbankan di wilayah kerja BI Malang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi mengatakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada momen tersebut, BI Malang bekerja sama dengan perbankan menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.

“Layanan penukaran uang tahun 2026 yang direncanakan oleh BI Malang dan perbankan di Wilayah Kerja BI Malang di layanan kas keliling, layanan terpadu, dan layanan penukaran di loket perbankan,” ujarnya pada peluncuran Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri 2026 di Kantor BI Malang, Kamis (19/2/2026).

: Tingkat Hunian Hotel di Malang Diproyeksikan Turun jadi 40% saat Ramadan

Selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, BI Malang akan melaksanakan kas keliling ritel yang akan dilaksanakan pada periode 19 Februari s.d. 12 Maret 2026 tersebar di 21 titik se-wilayah kerja BI Malang.

BI bekerja sama dengan perbankan di wilayah kerja BI Malang yang akan melaksanakan penukaran bersama di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang dan Gedung P3Gl Kota Pasuruan pada tanggal 14-15 Maret 2026.

: : Jelang Ramadan, Warga Kampung Budaya Polowijen Malang Lakukan Megengan

Tahun ini masyarakat dapat menukarkan uang di kantor perbankan yang ada di wilayah kerja BI Malang sebanyak 50 titik yang telah ditunjuk pada tanggal 26-27 Februari dan 11-13 Maret 2026. 

Pelaksanaan layanan penukaran bersinergi dengan dinas terkait sebanyak 2 kali dan 1 kegiatan layanan penukaran pada rest area jalan tol yang berada di Wilayah Kerja BI Malang.

: : Jelang Ramadan, Bulog Malang Banjiri Pasar Tradisional dengan Minyakita

Dia menegaskan pula, seluruh penukaran masyarakat baik melalui layanan kas keliling, penukaran terpadu bersama perbankan, dan penukaran di loket perbankan wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui website Pintar yang dapat diakses pada halaman https://pintar.bi.go.id. 

Penukar hadir di lokasi dan waktu yang telah dipilih tanpa diwakilkan serta wajib membawa KTP dan bukti pemesanan.

Menurutnya, Pintar mempermudah masyarakat untuk menentukan jadwal dan lokasi penukaran sesuai dengan preferensi. Dengan demikian, diharapkan Pintar dapat mengurangi antrean fisik dan kepadatan di lokasi, menjamin keadilan distribusi dan memperluas aksesibilitas dan kemudahan bagi masyarakat, serta meningkatkan efisiensi dan ketepatan layanan. Seluruh jadwal kegiatan layanan penukaran akan dipublikasikan melalui Instagram BI Malang.

Ada tiga framework BI dalam melakukan pengelolaan uang rupiah yang dioptimalkan menjelang hari raya, yakni ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan terpercaya, sistem distribusi uang yang efisien dan layanan kas prima, serta infrastruktur pengelolaan uang Rupiah yang memadai dan berbasis teknologi. 

Selain itu, kata dia, terdapat kebaharuan pada SERAMBI 2026 yaitu optimalisasi peran perbankan dalam layanan kas, perpanjangan jumlah layanan dan paket penukaran, dan peningkatan performa infrastruktur PINTAR.

Pada SERAMBI 2026, Indra Kuspriyadi juga mengajak masyarakat untuk “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”. Hal tersebut sejalan dengan tema SERAMBI 2026 yaitu “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”. Cinta, Bangga, Paham Rupiah diimplementasikan dengan merawat uang Rupiah dengan 5J (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi).

Kemudian juga mengenali uang Rupiah dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta juga menggunakannya secara bijak yang diwujudkan dengan belanja sesuai kebutuhan (tidak berlebihan, memastikan kualitas setara dengan harga, dan tidak menimbun pembelian), belanja produk dalam negeri (khususnya produk UMKM), dan mengalokasikan dana secara tepat (berhemat dan menabung).

Indra juga menegaskan, BI juga mendorong masyarakat mendukung ekonomi dan keuangan digital melalui optimalisasi pembayaran transaksi nontunai guna di antaranya menggunakan QRIS, memperluas kepesertaan BI-FAST termasuk kanal layanan dan akseptasi masyarakat, serta mendorong Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk mempersiapkan infrastruktur guna menghadapi peningkatan transaksi di bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 H.