Ifonti.com GAMBIR – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta segera melantai di bursa melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).
Pramono meyakini, apabila Bank Jakarta mampu membangun kepercayaan kuat di tengah masyarakat, maka basis nasabahnya tak lagi bergantung pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Kalau perusahaan ini sudah bisa membangun trust-nya, maka yang menjadi nasabah utamanya itu bukan lagi Pemerintah DKI Jakarta. Yang menjadi nasabahnya adalah publik,” kata Pramono, Senin (26/1/2026).
Trust Jadi Modal Utama Dunia Perbankan
Pramono menegaskan, kepercayaan atau trust merupakan kata kunci utama dalam dunia usaha, khususnya sektor perbankan.
Menurutnya, tanpa kepercayaan, sebuah entitas bisnis sulit berkembang dan diterima masyarakat luas.
“Apapun sebagai entitas bisnis, orang kalau dengan Bank Jakarta itu harus trust, harus percaya. Kata kunci dari dunia usaha, dunia bisnis itu adalah trust,” ujarnya.
IPO Dinilai Bikin Pengawasan Lebih Sehat
Pramono juga menilai langkah IPO akan membuka ruang pengawasan publik yang lebih luas dan transparan.
Ia berpandangan, pengawasan oleh publik jauh lebih sehat dibandingkan ketergantungan pada figur pimpinan di Balai Kota.
“Daripada perusahaan ini hanya bergantung pada individu top-nya yang ada di Balai Kota yang namanya Gubernur, maka lebih baik yang mengawasi itu publik,” katanya.
Menurut Pramono, pengawasan publik juga akan meminimalkan potensi intervensi pemerintah daerah dalam pengelolaan bank.
“Kalau yang mengawasi publik, maka akan menjadi jauh lebih sehat. Dan itulah yang benar-benar saya harapkan,” tuturnya.
Tak Hanya Bank Jakarta, PAM Jaya Juga Disiapkan IPO
Selain Bank Jakarta, Pramono mengungkapkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lain juga tengah disiapkan untuk melantai di bursa.
Ia menargetkan proses IPO dapat terlaksana paling lambat akhir tahun ini atau awal tahun depan.
“Maka ada dua BUMD, tahun depan mungkin akan bertambah lagi. Yang pertama tentunya Bank Jakarta, yang kedua adalah PAM Jaya,” ujar Pramono.
Manajemen Siapkan Langkah Menuju IPO
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan, perseroan saat ini tengah menyiapkan langkah konkret menuju IPO.
Menurutnya, rencana tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi dan penguatan institusi.
“Bank Jakarta melakukan persiapan IPO sebagai bagian dari rencana transformasi dan peningkatan kredibilitas serta tata kelola korporasi,” ujar Agus.
Dalam tahap awal, manajemen Bank Jakarta akan mengusulkan penyesuaian Anggaran Dasar kepada Pemprov DKI Jakarta, termasuk peningkatan modal dasar guna mendukung kebutuhan korporasi menjelang IPO.
“Salah satu langkah yang akan kami usulkan kepada Pemprov DKI Jakarta adalah penyesuaian Anggaran Dasar Bank Jakarta, khususnya terkait usulan peningkatan modal dasar,” kata Agus.
Butuh Dukungan Pemprov dan Payung Hukum
Agus menegaskan, seluruh proses tersebut memerlukan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta serta payung hukum yang jelas dalam bentuk Peraturan Daerah.
“Kami memahami bahwa proses ini memerlukan dukungan Pemprov dan akan membutuhkan payung regulasi berupa Peraturan Daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, arahan serta dukungan Gubernur Jakarta akan sangat menentukan kelancaran tahapan persiapan IPO.
Agus memastikan kajian awal dan naskah akademis telah disiapkan sebagai dasar kebijakan.
“Arahan dan dukungan Bapak Gubernur akan sangat menentukan kelancaran tahapan persiapan ini. Untuk kajian dan naskah akademis juga sudah kami selesaikan,” kata Agus.
Berita Terkait
- Baca juga: Jakarta Cerah Hari Ini, BPBD Klaim Modifikasi Cuaca Tekan Cuaca Ekstrim 30 Persen
- Baca juga: BMKG Pasang Alarm Cuaca Selasa 27 Januari 2026: Jakarta Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
- Baca juga: Kebanjiran Berhari-hari, Ruas Jalan di Penjaringan Jakarta Utara Rusak dan Berlubang
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita