
Ifonti.com JAKARTA. PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) melaporkan kesiapan dana untuk melunasi pokok dua surat utang.
Direktur SGRO, Heri Harjanto mengatakan, SGRO telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 seri B sebesar Rp 46,95 miliar.
SGRO juga menyiapkan dana untuk melunasi pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II 2021 seri B sebesar Rp 158,25 miliar. “Masing-masing akan jatuh tempo pada 17 Maret 2026,” ujarnya dalam keterbukaan informasi tanggal 24 Februari 2026
Dibayangi RKAB & Harga Batubara, Begini Rekomendasi Saham Adaro Andalan (AADI)
Dalam perkembangan terakhirnya, SGRO menargetkan produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan tandan buah segar (TBS) bisa tumbuh hingga 3%-5% di tahun 2026.
Sebagai gambaran, total produksi TBS naik 13% secara tahunan menjadi 1,2 juta ton per kuartal III 2025. Ini lantaran meredanya dampak El-Nino yang terjadi pada semester II tahun 2023, yang mengakibatkan melemahnya produksi pada tahun 2024.
Produksi TBS inti naik sebesar 12% secara yoy menjadi 846.810 ton, sedangkan produksi TBS eksternal (plasma dan pihak ketiga) naik sebesar 16% yoy menjadi 402.820 ton.
Secara regional, total produksi TBS dari wilayah Sumatera naik sebesar 16% yoy menjadi 676.226 ton, sedangkan total produksi TBS dari wilayah Kalimantan meningkat sebesar 11% yoy.
Berkat peningkatan total produksi TBS, produksi CPO ikut naik sebesar 13% yoy menjadi 248.022 ton dengan oil extraction rate (OER) stabil di 20,8% per kuartal III 2025. Selain itu, volume produksi palm kernel meningkat sebesar 18% yoy menjadi 62.124 ton.
Selain itu, pertumbuhan penjualan di tahun 2026 juga ditargetkan tak jauh berbeda dengan pertumbuhan produksi, yaitu sekitar 3% dan ditambah berapa margin persediaan SGRO.