
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga perak masih bergerak fluktuatif di tengah konflik geopolitik Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Jumat (13/3/2026), harga perak untuk pengiriman Mei 2026 ada pada level US$ 81,34 per ons troi. Sejak awal tahun, harga perak untuk kontrak Mei 2026 sudah naik 3,59%.
Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memproyeksi harga perak memasuki kuartal 2 tahun 2026 akan menguji zona stabilisasi di kisaran US$ 85 hingga US$ 92 per ons, dengan asumsi bahwa tekanan inflasi mulai terukur dan pasar telah mengasimilasi dampak perang Iran.
Penawaran SR024 Telah Berjalan Sepekan, Bibit Optimis Target Penjualan Tercapai
“Jika Federal Reserve memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai pelonggaran kebijakan pada bulan September, perak berpotensi membentuk fondasi yang kuat di atas level US$ 80 sebelum mencoba mengejar rekor tertinggi baru,” kata Sutopo kepada Kontan pada Jumat (13/3/2026).
Sutopo menambahkan sifat perak sangat volatil sehingga menjadikannya aset yang berbahaya untuk spekulasi jangka pendek bagi mereka yang tidak memiliki ketahanan modal yang kuat.
Sepekan Penawaran SR024, Bareksa Yakin Permintaan Tetap Kuat
Sementara itu, Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono menilai harga perak diproyeksikan bergerak dalam rentang yang cukup lebar namun cenderung optimistis.
Proyeksi pada estimasi konservatif berada di kisaran US$ 70 – US$ 100 per ons troi.
“Beberapa analis seperti Citigroup memproyeksikan harga dapat menyentuh US$ 110-US$ 140 per ons troi pada akhir Kuartal II-2026 jika kelangkaan fisik terus berlanjut. Secara teknikal, level US$ 130 menjadi target optimistis jika terjadi kompresi rasio emas-perak yang lebih ekstrem,” ujar Wahyu.