Prospek Petrosea (PTRO) menguat, akuisisi SINI dan diversifikasi jadi penopang

Ifonti.com JAKARTA. Prospek kinerja PT Petrosea Tbk (PTRO) dinilai masih menjanjikan seiring sejumlah langkah ekspansi yang tengah disiapkan.

Pada 29 Desember 2025, PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), induk usaha PTRO, secara resmi mengungkapkan dimulainya negosiasi atas rencana akuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI) setelah sebelumnya mengakuisisi 19,99% saham dan berencana meningkatkan kepemilikan hingga maksimal 51% secara bertahap.

Langkah ini menyusul penandatanganan Mining Services Agreement pada Agustus 2024 antara PTRO dan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha SINI, dengan nilai kontrak mencapai US$ 1,08 miliar sepanjang umur tambang.

Diketahui PBP ditargetkan memproduksi sekitar 52 juta ton dalam sembilan tahun ke depan, sementara PT Persada Kapuas Prima (PKP) diproyeksikan menghasilkan sekitar 60,6 juta ton dalam periode yang sama. Volume tersebut ditopang oleh empat aset batu bara milik SINI dengan total cadangan sekitar 162 juta ton.

Secara konsolidasi, transaksi ini akan meningkatkan cadangan batu bara CUAN dari sekitar 216 juta ton menjadi sekitar 378 juta ton atau naik 75,1%, mencakup batu bara termal dan metalurgi, sehingga menempatkannya di jajaran perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.

Perkuat Kapabilitas, Petrosea (PTRO) Dirikan Tiga Anak Usaha Baru

Research Analyst Henan Sekuritas, Dennis Tay memperkirakan akuisisi ini sangat berdampak positif bagi PTRO mengingat perannya yang strategis sebagai kontraktor penambangan.

“Sehingga mendorong kami untuk menaikkan proyeksi pengupasan lapisan penutup (overburden removal) di 2026 sekitar 11,5% menjadi 201,0 Mbcm, serta pendapatan jasa penambangan sekitar 10,1% menjadi US$ 617,7 juta,” ujar Dennis dalam riset 22 Januari 2026.

Senada, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga berpandangan peningkatan aktivitas pertambangan dari tambahan konsesi tersebut dapat mendorong pertumbuhan kinerja PTRO ke depan.

Di luar akuisisi SINI, Nafan menilai PTRO masih memiliki prospek pertumbuhan yang solid. Nafan mencatat PTRO juga terus melakukan diversifikasi bisnis, tidak hanya di sektor batu bara, tetapi juga ke segmen energi lain, termasuk layanan engineering, procurement, and construction (EPC).

“PTRO juga melakukan diversifikasi ke bisnis ke non-coal. Dengan portofolio yang semakin beragam, margin usaha seharusnya bisa membaik ke depan,” jelas Nafan kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Selain itu, ekspansi PTRO ke sektor non-pertambangan, termasuk rencana pendirian anak usaha baru di bidang layanan dan aktivitas kesehatan manusia dan sosial melalui PT Kinarya Medika Selaras (KIMS), dinilai dapat memperkuat aspek keberlanjutan perusahaan.

Petrosea (PTRO) Digadang Masuk MSCI, Analis Pasang Target Harga Segini

Langkah tersebut berpotensi mengoptimalkan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di PTRO. “Jika diversifikasi ini berjalan optimal, hal ini bisa menjadi nilai tambah tersendiri, terutama dari sisi ESG PTRO,” imbuh Nafan.

Ada pun PTRO mencatatkan laba melonjak 141,9% YoY di kuartal III 2025 menjadi US$ 6,9 juta. Hal ini sejalan dengan pendapatan PTRO yang juga tumbuh 18,4% menjadi US$ 603,8 juta hingga September 2025.

Dengan berbagai katalis positif di atas, Dennis memproyeksi pendapatan PTRO pada 2026 bisa melonjak signifikan menjadi US$ 1,48 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan yang sangat kuat dibandingkan proyeksinya di sepanjang 2025 yang sebesar US$ 976,4 juta.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih PTRO pada 2026 diproyeksikan mencapai US$ 74,2 juta, lebih dari dua kali lipat dibandingkan proyeksi 2025 sebesar US$ 33,1 juta.

Sehingga Dennis pun memberikan rekomendasi kepada investor untuk Buy saham PTRO dengan target harga Rp 16.000 per saham. Sementara Nafan merekomendasikan Accumulative Buy dengan target Rp 8.175 per saham.

Ekspansi EPCI dan Akuisisi SBPL Buka Jalan Pertumbuhan PTRO, Cek Rekomendasinya