
Ifonti.com JAKARTA. Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan untuk mengubah hitungan free float saham emiten Indonesia agar bisa masuk indeks global, menjadi salah satu sentimen yang dinanti pelaku pasar.
Seperti diketahui, pada 27 Oktober 2025, MSCI mengumumkan meminta masukan pelaku pasar terkait penggunaan Monthly Holding Composition Report dari KSEI sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham.
Isu terkait free float ini menjadi krusial bagi emiten yang ingin menembus indeks MSCI. Sejumlah emiten terpantau tengah menata ulang struktur kepemilikan untuk memperbesar porsi free float dan meningkatkan likuiditas.
MSCI Tetap Masukkan Perusahaan Treasury Kripto ke Indeks, Saham Strategy Menguat
Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berpotensi masuk rebalancing MSCI Februari 2026. Hal ini karena PANI punya market cap besar asal bisa lolos free float.
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga ada potensi naik kelas ke Global Standard Index jika rata-rata nilai transaksi hariannya masuk standar likuiditas terbaru.
“Jelang pengumuman biasanya ada kenaikan volatilitas karena spekulasi pasar,” ujar Wafi kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).
Menurut Wafi, jika PANI masuk rebalancing MSCI, maka ada potensi inflow asing. Namun, Wafi meminta investor waspada risiko buy on rumor, sell on news saat tanggal efektifnya, terutama karena valuasi PANI sekarang sudah mahal.
MSCI Batalkan Rencana Keluarkan Perusahaan Treasury Aset Digital dari Indeks
Wafi merekomendasikan Trading Buy PANI dengan target harga Rp 13.200 per saham.
Equity Research Analyst Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, menilai saham BUMI memiliki peluang terbesar untuk masuk ke MSCI Standard Cap Index pada peninjauan indeks Februari 2026.
“PTRO memiliki peluang terbesar kedua untuk masuk ke MSCI Standard Cap Index. Sama seperti BUMI, PTRO juga merupakan anggota MSCI Small Cap Indonesia Index,” tulisnya dalam riset.