Rupiah berbalik melemah ke Rp 16.880 per dolar AS di tengah hari ini (15/1)

Ifonti.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar berbalik arah dan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg Kamis (15/1/2026) pukul 12.00 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,09% ke Rp 16.880 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Rabu (14/1) rupiah di pasar spot menguat ke level Rp 16.865 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi data ekonomi AS. Data indeks harga konsumen AS yang dirilis pada hari Selasa berada di bawah ekspektasi. CPI inti naik 0,2% pada bulan Desember dan 2,6% secara tahunan, di bawah perkiraan, memperkuat spekulasi penurunan suku bunga di masa mendatang. 

“Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026,” kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada hari ini bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.860 – Rp 16.890 per dolar AS.

IHSG Menguat ke 9.046 di Sesi Pertama Hari Ini (15/1), Bank BUMN Kompak Menguat

Di pasar Asia, mayoritas mata uang pun melemah. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,57%.

Berikutnya ada baht Thailand yang terkoreksi 0,17% dan yen Jepang tertekan 0,08%. Disusul, peso Filipina turun 0,01%.

Selanjutnya dolar Hongkong terlihat melemah tipis 0,005% pada perdagangan tengah hari ini.

Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,04%. Diikuti, ringgit Malaysia yang terkerek 0,02%.

Kemudian ada dolar Taiwan yang menguat tipis 0,01% terhadap the greenback.