Ifonti.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali terkapar di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (29/8/2025). Gejolak demonstrasi yang berujung ricuh sehari sebelumnya, Kamis (28/8/2025), disinyalir menjadi pemicu utama pelemahan tajam mata uang Garuda ini.
Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (29/8/2025) pukul 10.48 WIB, rupiah spot tercatat berada di level Rp 16.488 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 0,82% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di Rp 16.353 per dolar AS.
Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat mata uang dan komoditas, menegaskan bahwa insiden yang terjadi dalam aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025) memang menjadi salah satu faktor penekan utama bagi rupiah. Menurutnya, kerusuhan tersebut menciptakan ketidakpastian yang meresahkan pasar finansial.
“Demonstrasi kemarin ya sampai sore kondusif, tetapi di malam terjadi satu insiden ya dimana oknum Brimob menabrak ojek online dengan sengaja,” ujar Ibrahim, menjelaskan kronologi kejadian yang memicu sentimen negatif pasar, Jumat (29/8/2025).
Rupiah Anjlok 0,82% ke Rp 16.488 per Dolar AS Jumat (29/8) Siang, Terlemah di Asia
Ibrahim menilai, insiden tak terduga ini seketika memanaskan suhu pasar finansial. Dampaknya terasa langsung, tidak hanya pada pergerakan rupiah tetapi juga turut membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dengan demikian, kekacauan yang menyelimuti aksi demonstrasi tersebut menimbulkan sentimen apatis di kalangan pelaku pasar terhadap dinamika perpolitikan Indonesia. Kondisi inilah yang, menurut Ibrahim, berujung pada pelemahan tajam rupiah pada perdagangan kali ini.
Sebelumnya, pada Kamis (28/8/2025), Ibrahim memang telah memprediksi bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada Jumat ini. Namun, ia mengakui bahwa pelemahan yang terjadi saat ini jauh melampaui perkiraannya.
Untuk penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025), Ibrahim menaksir rupiah akan berada di kisaran Rp 16.340 hingga Rp 16.400 per dolar AS.