Saham ADRO sudah naik 36%, manajemen siapkan buyback Rp4 triliun, masih layak dibeli?

Ifonti.com Jakarta. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kembali menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau buyback di tengah kenaikan harga sahamnya sepanjang 2026. Apakah harga saham ADRO masih memiliki potensi naik lagi?

Pada perdagangan Jumat (13/3/2026), saham ADRO ditutup di level Rp 2.480 per saham, turun 20 poin atau 0,80% dari hari sebelumnya. Namun sejak awal tahun 2026, harga saham ADRO sudah naik 660 poin atau sekitar 36,26%.

Manajemen ADRO berencana melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp 4 triliun atau tidak lebih dari 10% dari total modal ditempatkan.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, ADRO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 April 2026. Jika disetujui, pelaksanaan buyback akan dimulai pada 20 April 2026 dan dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia dalam jangka waktu maksimal 12 bulan.

Manajemen menilai buyback saham dapat meningkatkan likuiditas perdagangan serta membuat harga saham lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Selain itu, langkah ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan investor.

ADRO memastikan pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kinerja keuangan karena perusahaan memiliki saldo laba dan arus kas yang cukup.

Wall Street Menguat Jumat (13/3), Cermati Data Ekonomi dan Konflik Timur Tengah

Rutin Buyback Saham

ADRO termasuk emiten yang cukup aktif melakukan buyback. Pada periode 16 Mei–2 Juni 2025, ADRO membeli kembali sekitar 33 juta saham atau 0,11% dari total saham beredar.

Selanjutnya pada periode 3 Juni 2025 hingga 28 Februari 2026, ADRO kembali melakukan buyback sebanyak 556,19 juta saham atau sekitar 1,89% dari modal ditempatkan.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai frekuensi buyback menunjukkan manajemen melihat saham ADRO masih undervalued.

“Buyback juga memberikan sentimen positif dan membantu menahan risiko penurunan harga saham,” ujarnya.

Namun penggunaan kas internal untuk buyback tetap memiliki risiko karena dapat mengurangi fleksibilitas pendanaan perusahaan untuk ekspansi maupun diversifikasi bisnis ke energi hijau.

Tonton: Data Terbaru! Penduduk Indonesia Capai 288 Juta Jiwa

Rekomendasi Saham ADRO

Muhammad Wafi merekomendasikan saham ADRO dengan target harga Rp 2.800 per saham.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memberikan rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.550 per saham. Menurutnya, penggunaan kas untuk buyback harus tetap dijaga agar tidak mengganggu kebutuhan operasional dan investasi perusahaan.