
Ifonti.com JAKARTA. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar masih berada dalam tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global. Memanasnya kondisi geopolitik serta sentimen eksternal membuat investor asing menarik dana dari pasar saham domestik.
Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026), mayoritas saham bank besar melemah sehingga memperdalam koreksi dalam sepekan terakhir.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,44% secara mingguan. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi lebih dalam sebesar 5,59%.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 2,95% dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun paling besar, yakni 6,14%.
Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Ahmad Iqbal Suyudi menilai tekanan pada saham perbankan dipicu keluarnya dana asing dari pasar domestik.
Mulai Bangkit Awal 2026, Sudah Waktunya Koleksi Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI?
Kondisi ini dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Investor asing cenderung menghindari risiko sehingga terjadi capital outflow di saham-saham perbankan, terutama big banks,” ujar Iqbal, Jumat (6/3/2026).
Menurut Iqbal, dalam sepekan terakhir arus keluar modal asing dari pasar saham perbankan diperkirakan mendekati Rp2 triliun. Ia memperkirakan pergerakan saham bank besar pada pekan depan masih cenderung stagnan.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas (KISI) Muhammad Wafi. Ia menilai saham perbankan masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dalam waktu dekat.
BBCA Chart by TradingView
Wafi menyarankan investor jangka panjang untuk tetap menahan saham perbankan karena fundamental emiten masih solid. Namun bagi investor jangka pendek hingga menengah, ia menyarankan menunda pembelian hingga tekanan jual mereda dan muncul sinyal pembalikan arah.
Selain faktor geopolitik, Wafi menyebut tekanan terhadap saham bank juga dipengaruhi revisi outlook Indonesia oleh Fitch Ratings serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Kinerja Saham Big Banks Jumat (21/11): BBCA, BBRI, BBNI Melemah, BMRI Justru Menguat
Sebelumnya, lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings merevisi prospek peringkat utang pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai aksi jual bersih investor asing lebih dipicu sentimen global ketimbang faktor fundamental perbankan nasional.
“Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian arah suku bunga AS mendorong investor mengurangi eksposur ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Andrey.
Ia menambahkan, saat selera risiko investor menurun, saham perbankan yang likuid dan berkapitalisasi besar sering menjadi target aksi ambil untung.
Saham Big Banks: BMRI Menguat, BBCA, BBRI, dan BBNI Melemah Kamis (26/2)
Meski investor domestik mulai menyerap aksi jual tersebut, dominasi kepemilikan asing dinilai masih cukup kuat sehingga berpengaruh besar terhadap likuiditas dan pergerakan saham bank di bursa.