
Ifonti.com JAKARTA. Mayoritas saham bank besar masih mencatatkan penurunan saham.
Bahkan saham bank besar sepert PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi saham yang paling banyak dijual asing pada pekan ini.
Saham BBCA menjadi saham yang dalam sepekan ini paling banyak dijual asing. Nilai jual bersih asing alias net sell mencapai Rp 8,1 triliun. Saham BBCA bahkan sempat mencapai level terendah sejak Agustus 2022 di Rp 7.025 per saham.
Dalam sepekan saham BBCA telah melorot sebanyak 3,37% di level Rp 7.400 per saham. Namun dalam sehari pada Jumat (30/1/2026), saham BBCA telah naik 2,78%.
Rasio Nasabah Aktif Bank Digital di Bawah 50%, Ini Strategi Krom Bank dan Allo Bank
Meski begitu menurut 37 analis yang dikumpulkan Bloomberg masih merekomendasikan beli saham BBCA. Di mana rata-rata memasang target harga saham BBCA di level Rp 10.196 per saham.
Terbaru pada 30 Januari 2026 ada rekomendasi saham BBCA dari empat analis yang masih memasang rekomendasi buy saham BBCA.
Yakni Jeffrosenberg Chenlim dari analis Maybank Investment Banking Group yang memasang target di Rp 10.650 per saham, Budi Rustanto analis OCBC Sekuritas memasang target harga saham BBCA di Rp 9.500.
Dua yang lain adalah James Stanley Widjaja dari Henan Putihrai yang memasang di target harga Rp 10.000. Sementara Jayden MacKintosh dari Macquarie rekomendasi outperform saham BBCA dengan target harga di Rp 8.490 per saham