Saham INDF turun ke MSCI small cap, masih layak dikoleksi?

Ifonti.com – JAKARTA. Perubahan komposisi indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) memicu perhatian pelaku pasar. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) kini diturunkan dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai penurunan status INDF berpotensi memicu arus keluar (passive outflow) seiring penyesuaian dana indeks.

“Tekanan ini bersifat teknikal dan umumnya terkonsentrasi di periode rebalancing. Besaran dampaknya tergantung pada bobot dan eksposur dana pasif sebelumnya,” ujar Sukarno, kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).

Saham Big Banks Rabu (11/2): BBRI Menguat, BMRI Paling Tertekan

Ia melihat sebagian tekanan jual sudah terefleksi pada harga saham INDF, tercermin dari aksi net sell investor asing dalam sepekan terakhir. Pun risiko pelemahan lanjutan masih terbuka, terutama di tengah depresiasi rupiah yang berpotensi meningkatkan beban kurs perseroan.

Kendati turun kelas, Sukarno menilai perubahan klasifikasi indeks tidak akan berdampak signifikan terhadap likuiditas maupun volatilitas INDF. Pasalnya, emiten konsumer tersebut tetap memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas yang terjaga.

Secara teknikal, INDF memiliki area support di kisaran Rp 6.550 – Rp 6.575 dan resistance di level Rp 7.000 per saham. Dengan harga terakhir di Rp 6.725, saham ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) 5,6 kali dan price to book value (PBV) 0,84 kali.

Meski Yield Berpotensi Turun di 2026, Obligasi Korporasi Tetap Menarik

“Secara valuasi, INDF tergolong undervalued sehingga membuka peluang akumulasi untuk jangka menengah,” jelasnya.

Adapun katalis ke depan bagi INDF antara lain potensi perbaikan kinerja keuangan, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta daya tarik dividend yield yang meningkat.

Dengan begitu Sukarno merekomendasikan investor untuk accumulate buy saham INDF dengan target harga Rp 7.500 per saham.