Saranacentral (BAJA) akan rights issue 1 miliar saham, lunasi utang Rp 445 miliar

Ifonti.com  JAKARTA. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) akan menggelar aksi korporasi penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Transaksi ini dilakukan untuk menyelesaikan utang emiten yang berkode saham BAJA kepada PT Sarana Steel. 

Utang pokok yang akan diselesaikan sebesar US$ 20,6 juta. “Dalam kaitannya dengan rencana penyelesaian utang perusahaan kepada Sarana Steel berdasarkan Perjanjian Penyelesaian Utang tanggal 19 Februari 2026 menggunakan nilai tukar mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah yaitu kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2023 sehingga total pinjaman sebesar Rp 445,34 miliar,” ujar Direktur Utama Saranacentral Bajatama, Handaja Susanto dalam keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (20/2/2026). 

Pinjaman tersebut terdiri dari utang pokok sebesar Rp 317,56 miliar dan bunga sebesar Rp 127,77 miliar. “Kesepakatan transaksi mengenai penggunaan nilai tukar mata uang dollar AS tersebut yang dituangkan dalam perjanjian penyelesaian utang merupakan transaksi afiliasi yang juga merupakan transaksi material,” terang Handaja dalam keterbukaan informasi. 

OJK Jatuhkan Denda Rp 5,35 Miliar ke Influencer dan Tiga Pihak Manipulasi Saham

BAJA menjelaskan, bunga pinjaman dalam bunga valas dollar AS sebesar 2% per tahun. Adapun jangka waktu pinjaman telah diperpanjang beberapa kali dan terakhir kali diperpanjang hingga 3 Oktober 2026. 

Untuk itu, BAJA akan menyelesaikan pinjaman tersebut dengan menerbitkan saham baru lewat skema rights issue sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru. “Selain untuk membayar utang, dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja,” terang Handaja. 

Nantinya, Sarana Steel akan mengambil sebagian atas sejumlah saham baru yang akan dikeluarkan dalam rights issue. Nilai pengambilan Sarana Steel sebanyak-banyaknya sebesar Rp 317,57 miliar. 

Pemegang saham lain, Ibnu Susanto yang juga menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan saham BAJA sebanyak 16,45% juga akan menjadi pembeli siaga rights issue. 

Hingga saat ini, harga pelaksanaan rights issue masih belum ditentukan dan masih akan diungkapkan di pengumuman selanjutnya. Jumat (20/2/2026), harga saham BAJA naik 13,51% dari hari sebelumnya di level Rp 168 per saham. 

Wijaya Karya (WIKA) Gagal Bayar Kupon, Pefindo Pangkas Peringkat ke idD

Rencana rights issue BAJA akan dijadwalkan sebagai berikut: 

  • Pemberitahuan mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kepada OJK 11 Februari 2026
  • Pengumuman RUPSLB kepada para pemegang saham 20 Februari 2026
  • Pengumuman Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi afiliasi dengan nilai material dan Rencana PMHMETD I 20 Februari 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB 6 Maret 2026
  • Pemanggilan RUPSLB kepada para pemegang saham 9 Maret 2026
  • RUPSLB 31 Maret 2026
  • Pengumuman ringkasan hasil RUPSLB disitus web Bursa Efek Indonesia, situs web Perseroan dan situs web KSEI 2 April 2026
  • Penyampaian ringkasan hasil RUPSLB kepada OJK dan BEI 2 April 2026
  • Pendaftaran PMHMETD I ke OJK 11 Juni 2026
  • Perkiraan tanggal pernyataan menjadi efektif oleh OJK 7 Agustus 2026