
KONTAN.CO.ID – JAKARTA, Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melancarkan serangan terkoordinasi terhadap sejumlah target strategis di Teheran, Ibu Kota Iran.
Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran sejumlah pejabat militer top, sementara Teheran menyatakan akan memberikan respons keras terhadap kepentingan AS dan sekutunya di kawasan.
Eskalasi ini terjadi setelah negosiasi terkait pembaruan perjanjian nuklir mengalami kebuntuan dan menandai memburuknya stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah seperti Dubai, Manama dan Doha.
Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan untuk Pekan Ini
Yang paling krusial, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran global strategis yang mencakup sekitar 20% dari total transportasi minyak dunia, sehingga secara signifikan meningkatkan risiko gangguan pasokan.
Tim riset OCBC Sekuritas mengatakan bahwa pasar energi langsung bereaksi, dengan harga minyak mentah melonjak akibat kekhawatiran terganggunya pasokan, kenaikan premi asuransi risiko perang, serta perpanjangan rute pengiriman.
Permintaan aset safe haven juga menguat, mendorong harga emas naik seiring investor menilai ulang risiko geopolitik.
Konflik di Timur Tengah ini diperkirakan memicu sentimen risk-off di pasar global, dengan dampak yang bisa bersifat dua arah terhadap pergerakan pasar keuangan.
Perang Iran-AS Pecah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini dari Kiwoom Sekuritas (2/3)
Pertama, guncangan harga minyak meningkatkan risiko inflasi global dan volatilitas, yang berpotensi memicu rotasi risk-off, khususnya di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Dengan demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi jangka pendek akibat tekanan arus keluar dana dan volatilitas dolar AS terhadap rupiah,” tulis tim analis OCBC sekuritas dalam risetnya, Senin (2/3/2026).
Kedua, pergerakan saham sektoral diperkirakan akan beragam. Saham-saham di sektor energi, pelayaran, serta emiten berbasis emas berpotensi mencatat kinerja lebih baik seiring lonjakan harga komoditas dan kenaikan tarif angkutan.
Sebaliknya, sektor lainnya berisiko mengalami tekanan dan tertinggal.
Dari sisi komoditas, harga minyak dan gas diproyeksikan tetap terjaga selama risiko gangguan pasokan masih membayangi, sementara emas diperkirakan tetap solid.
Harga Minyak Melonjak di Awal Pekan, Imbas Memanasnya Konflik Iran
“Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mengakumulasi saham dengan fundamental solid seperti BBCA, BBRI, BMRI, AMRT, ICBP serta saham berbasis emas termasuk ANTM, ARCI, MDKA, dan EMAS,” ujarnya.
BBCA Chart by TradingView
Selain itu, OCBC Sekuritas juga melihat peluang taktis di sektor energi seperti MEDC, ENRG dan RAJA, serta emiten pelayaran seperti BULL dan SOCI, yang didukung momentum kenaikan harga energi.
Adapun, OCBC juga merekomendasikan saham unggas berorientasi domestik seperti CPIN dan JPFA, serta pertambangan logam seperti INCO, MBMA dan TINS mengingat risiko pengetatan pasokan.