
Ifonti.com Perusahaan pengelola kas berbasis Bitcoin, Strive, mengumumkan telah melunasi 92% utang yang diwarisinya setelah mengakuisisi Semler Scientific awal bulan ini, sekaligus menambah kepemilikan 334 Bitcoin (BTC) menyusul rampungnya penawaran saham preferen.
Melansir Cointelegraph Kamis (29/1/2026), dengan tambahan tersebut, Strive kini masuk jajaran 10 besar perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia, dengan total kepemilikan 13.132 BTC senilai sekitar US$1,17 miliar.
Sektor Alat Kesehatan Masih Prospektif 2026, Analis Soroti Saham MEDS, LABS, dan IRRA
Strive menyampaikan pada Rabu (waktu setempat) bahwa permintaan terhadap Variable Rate Series A Perpetual Preferred Stock yang diperdagangkan dengan kode SATA mencapai US$600 juta.
Tingginya minat investor mendorong perusahaan menaikkan target penggalangan dana dari US$150 juta menjadi US$225 juta.
Penawaran saham tersebut merupakan bentuk pendanaan ekuitas jangka panjang yang dirancang untuk mendukung akumulasi Bitcoin tanpa menambah tingkat leverage perusahaan.
Strive yang didukung pengusaha sekaligus politisi AS Vivek Ramaswamy merampungkan akuisisi Semler Scientific pada 13 Januari, setelah kesepakatan merger dicapai pada September lalu.
Harga Minyak Makin Panas, Brent Diproyeksi Tembus US$ 70 Per Barel
Semler sebelumnya juga dikenal sebagai perusahaan dengan strategi kas berbasis Bitcoin.
Awal bulan ini, Strive menyatakan dana hasil penawaran saham, ditambah kas yang tersedia serta potensi dana dari pembongkaran transaksi lindung nilai, akan digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan. Sisa dana akan dialokasikan untuk pembelian Bitcoin dan produk terkait Bitcoin.
Pada Rabu, Strive mengonfirmasi penggunaan dana tersebut untuk melunasi US$110 juta, atau sekitar 92% dari total utang Semler yang diwarisi. Pelunasan tersebut mencakup US$90 juta obligasi konversi yang ditukar menjadi saham SATA, serta pembayaran penuh pinjaman kredit US$20 juta dari Coinbase.
Dengan pelunasan pinjaman Coinbase, Strive menyatakan seluruh kepemilikan Bitcoinnya kini bebas dari jaminan.
Perusahaan juga berencana melunasi sisa utang sekitar US$10 juta dalam empat bulan ke depan.
Strive menambahkan, pembelian 333,9 BTC dengan harga rata-rata US$89.851 per BTC mengerek total kepemilikan perusahaan menjadi 13.132 BTC.
Perusahaan mencatat Bitcoin yield 21,2% secara kuartalan hingga saat ini, yang mencerminkan pertumbuhan eksposur Bitcoin per saham biasa.
IHSG Trading Halt 30 Menit, Cek Jadwal Pembukaan Perdagangan Kembali
Namun demikian, perbaikan neraca keuangan belum mampu mengangkat harga saham Strive. Saham ASST tercatat turun 2,23% ke level US$0,80 pada perdagangan Rabu, menurut data Google Finance.
Harga saham ASST kini telah anjlok 92,4% dari puncaknya di US$10,46 sejak pengumuman strategi Bitcoin, menyoroti volatilitas serta risiko eksekusi yang melekat pada strategi kas perusahaan berbasis kripto.
Strategi pembentukan treasury Bitcoin sempat menjadi tren di kalangan institusi sepanjang 2024 hingga awal 2025.
Namun, banyak perusahaan mengalami tekanan harga saham pada paruh kedua tahun lalu, seiring munculnya keraguan terhadap keberlanjutan strategi tersebut.
Secara global, lebih dari 190 perusahaan publik kini menyimpan Bitcoin di neraca keuangannya, dengan total kepemilikan sekitar 1,134 juta BTC, setara dengan 5,4% dari total pasokan Bitcoin.
Sekitar 63% Bitcoin yang dimiliki korporasi dikuasai oleh perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, yang hingga kini masih terus menambah kepemilikan Bitcoin meski pendanaan semakin ketat di tengah pelemahan pasar kripto secara umum.