
Ifonti.com JAKARTA. Tambang kerja sama PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) telah memasuki fase produksi.
Melansir keterbukaan informasi tanggal 7 Januari 2026, IATA dan UNTR menggelar First Digging Ceremony yang menandai dimulainya tahap operasional pertambangan. Aksi itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Mining Contractor Agreement pada akhir Desember 2025.
Pihak yang melakukan penandatanganan itu adalah anak usaha IATA, PT Arthaco Prima Energy (APE), dengan kontraktor pertambangan unit bisnis UNTR, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining).
Incar Pertumbuhan Kinerja, Begini Strategi RMK Energy (RMKE) pada 2026
Nilai kontrak kerja sama tersebut mencapai Rp 5 triliun dan periode kerja sama selama 5 tahun, efektif sejak Januari 2026.
Perjanjian ini dinilai IATA bisa memperkuat kapasitas produksi dan operasional perseroan di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) APE, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Direktur Utama IATA, Suryo Eko Hadianto mengatakan, kolaborasi strategis dengan KPP Mining memperkuat fundamental teknis dan operational excellence IATA.
“Momentum First Digging Ceremony ini menegaskan komitmen IATA bersama KPP Mining untuk merealisasikan target produksi yang ambisius, sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya dalam keterbukaan informasi tersebut.
First Digging Ceremony itu diakui bisa menyokong target awal produksi sekitar 3 juta metric ton (mt) di tahun 2026.
“Langkah tersebut juga memberikan potensi peningkatan jangka menengah hingga 7 juta MT per tahun, seiring dengan peningkatan skala operasional,” katanya.
Harga Melonjak, BEI Menghentikan Sementara Perdagangan 6 Saham Ini Mulai Kamis (8/1)