
Ifonti.com , JAKARTA — Emiten menara Grup Djarum, PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR), berencana mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (Go Private) sekaligus menghapus pencatatan sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rencana tersebut disampaikan manajemen sebagai bagian dari langkah strategis perseroan dalam merespons kondisi pasar serta evaluasi bisnis jangka panjang.
“Direksi Perseroan dengan ini memberitahukan kepada para pemegang saham Perseroan mengenai rencana perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (Go Private) dan penghapusan pencatatan saham-saham Perseroan dari Bursa Efek Indonesia (Delisting). Sebagai perusahaan terbuka, dalam melaksanakan Rencana Go Private dan Delisting, Perseroan wajib memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK 45/2024,” tulis manajemen SUPR di keterbukaan informasi, Senin (6/4/2026).
: Emiten Menara Grup Djarum (SUPR) Upayakan Pemenuhan Free Float
Manajemen menjelaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tersebut harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
“Berdasarkan POJK 45/2024, Rencana Go Private dan Delisting harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari pemegang saham yang tidak mempunyai kepentingan ekonomis pribadi sehubungan dengan Rencana Go Private dan Delisting dan (a) bukan merupakan anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, dan pengendali Perseroan; atau (b) bukan merupakan afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, dan pengendali Perseroan,” tambah manajemen SUPR.
: : Indointernet (EDGE) Bersiap Go Private dan Delisting dari BEI
RUPSLB tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026 di Jakarta dan juga akan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI.
Terkendala Free Float
Rencana go private ini tidak lepas dari kendala yang dihadapi perseroan dalam memenuhi ketentuan minimum free float sebagaimana diatur BEI.
: : Arah Bisnis Humpuss Maritim (HUMI) usai Emiten Tommy Soeharto (HITS) Bersiap Go Private
Sejak April 2025, saham SUPR telah mengalami suspensi. Hingga kini, berbagai upaya yang dilakukan belum mampu memenuhi ketentuan tersebut.
“Mempertimbangkan hal di atas serta berdasarkan evaluasi secara menyeluruh oleh manajemen Perseroan atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan, Perseroan memutuskan untuk mengajukan Rencana Go Private dan Delisting.”
Protelindo Siapkan Tender Offer
Dalam pelaksanaannya, pemegang saham pengendali, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), akan melakukan penawaran tender sukarela untuk membeli saham publik.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp45.000 per saham, lebih tinggi dari harga rata-rata historis sesuai ketentuan regulator.
“Harga pembelian saham harus lebih tinggi dari harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan terakhir dihitung mundur dari harga perdagangan terakhir atau Tanggal Suspensi, yaitu sebesar Rp42.295 per saham. Berdasarkan hal tersebut, harga yang akan ditawarkan Protelindo kepada para pemegang saham adalah senilai Rp45.000,- per saham (“Harga Penawaran”).”
Apabila rencana ini disetujui, pemegang saham publik yang tidak mengikuti tender offer tetap akan menjadi pemegang saham perusahaan tertutup.
Sebagai informasi, pengendali akhir SUPR adalah Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono dari Grup Djarum.
Di sisi lain, BEI telah memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham SUPR di seluruh pasar mulai 6 April 2026, menyusul penyampaian resmi rencana delisting oleh perseroan.
Solusi Tunas Pratama Tbk. – TradingView
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.